Purbaya Sebut Proyek Whoosh dan LRT Minim Pengawasan Negaraamp;nbsp;

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 22 April 2026 |18:05 WIB

Purbaya Sebut Proyek Whoosh dan LRT Minim Pengawasan Negara 

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya pengawasan dalam proyek prasarana strategis seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dan LRT Jabodebek. Bendahara negara menilai eksekusi proyek nan minim terpantau sehingga berujung pada pembengkakan biaya nan membebani finansial negara.

"Ada banyak nan kemarin-kemarin kan program prasarana tidak dimonitor. Ada Whoosh, LRT Jabodetabek. Sebetulnya proyeknya bagus, hanya tidak diawasi, sehingga ketika ada masalah tidak ada nan menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliunan rupiah," tutur Purbaya di aktivitas Simposium PT SMI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Purbaya mengatakan tetap ingat betul laporan dari pihak China nan mengeluhkan lambatnya perkembangan proyek. Saat itu, pihak China mempertanyakan di mana letak kesulitan pembebasan lahan nan hanya mencapai 4 kilometer setelah dua tahun pembangunan. Birokrasi antar lembaga dalam eksekusi proyek juga turut disoroti pihak China lantaran tidak ada kepastian siapa nan mensupervisi pada tahap awal penggarapan proyek Whoosh.

"Kalau kami mengadu ke (Kementerian) BUMN, dipingpong ke (Kementerian) PU, pingpong lagi ke sana," ujar Purbaya nan menerima keluhan itu saat menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Belajar dari pengalaman tersebut, Purbaya menegaskan bahwa proyek-proyek besar di era pemerintahan Prabowo-Gibran kudu mengedepankan eksekusi nan disiplin, cepat, dan terukur. 

Menurutnya, koordinasi nan solid mulai dari pemerintah pusat hingga wilayah serta pemantauan berbasis real-time sangat krusial agar pelaksana di lapangan tidak kehilangan arah. Hal ini sekaligus menjadi agunan agar minat penanammodal tetap terjaga di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com