Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Masih Tumbuh Kuat

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Masih Tumbuh Kuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) nan digelar di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8).(MI/Naufal Zhuri)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tetap tumbuh kuat di tengah tantangan ekonomi global. 

Ia menjelaskan daya beli masyarakat nan tetap terjaga mendukung konsumsi rumah tangga. Selain itu, ada peran shock absorber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendorong efektivitas program perlindungan sosial, stabilisasi nilai pangan dan energi, pembuatan lapangan kerja, serta stimulus pada periode libur sekolah.

“Investasi diperkirakan tumbuh kuat ditopang oleh proyek-proyek hilirisasi berbobot tambah tinggi dan pembangunan prasarana pada program prioritas pemerintah. Konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan percepatan shopping program prioritas, pembayaran penghasilan ke-13 bagi aparatur negara, dan penyaluran support sosial,” ucap Purbaya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) nan digelar di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8).

Purbaya menambahkan, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat dalam menjaga kecukupan likuiditas perekonomian dan perbankan. Hal itu, kata dia, tercermin dari pertumbuhan duit primer nan tinggi sepanjang triwulan II dan bersambung tumbuh 15,4% pada Juli 2026, dengan kegunaan intermediasi perbankan nan semakin baik.

Meskipun aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir triwulan II, Purbaya menyebut aktivitas manufaktur kembali melanjutkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2. Itu menurutnya menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha.

“Ke depan, sinergi kebijakan antara lembaga personil KSSK bakal terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6%-6,0% year-on-year, ditopang beragam sinergi kebijakan pemerintah dan lembaga personil KSSK untuk menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan,” bebernya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia