Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan surat utang baru di China, berjulukan Panda Bonds berdenominasi yuan, bakal mempunyai daya saing nan bagus. Pasalnya, pemerintah bakal menawarkan surat ini dengan nilai nan lebih murah dibandingkan Dim Sum Bond nan dirilis Oktober 2026.
"Kan lebih murah, China 2,3% waktu kemarin kita Dim Sum. Mungkin sekitar segitu naik lebih sedikit, jadi bunganya bakal lebih murah dari AS (surat utang) dari dolar," kata Purbaya saat ditemui pewarta di Kantor Kemenkeu, Senin (11/5/2026).
Adapun, dia mengungkapkan publikasi bakal dilakukan bulan depan, Juni 2026. Rencananya dia bakal melakukan market offering pada bulan depan.
Dia telah menginstruksikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto untuk membuka penawaran Panda Bonds dalam jumlah besar jika peminatnya besar.
"Saya bilang ke Pak Minto jika banyak peminatnya libas aja di situ, perbanyak di situ, jika bunganya lebih rendah, kan irit kita," katanya.
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan publikasi surat utang ini, bakal mengurangi ketergantungan negara terhadap dolar Amerika Serikat, terutama dari sisi pengadaan utang.
Di beragam kesempatan dia sebelumnya juga telah mengungkapkan bahwa imbal hasil alias yield nan dimintakan penanammodal China hanya sekitar 2,3%, jauh lebih rendah dari yield surat berbobot negara (SBN) tenor referensi 10 tahun selama ini nan di kisaran 6%.
"Kita tetap diversifikasi Supaya nggak tergantung Kepada pendirian dari Amerika alias negara-negara Barat aja dan yield-nya juga lebih rendah 2,3% sampai 2,5%," ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Oleh karena itu, dia percaya diri publikasi Panda Bonds ini bakal membikin keberagaman pasokan kurs asing alias valas di Indonesia. Tak lagi didominasi dolar AS.
Purbaya pun mengungkapkan pihaknya telah berjumpa dengan perwakilan dari Industrial and Commercial Bank of China Ltd (ICBC) untuk membahas kelanjutan dari penerbitan.
"(Bulan depan terbit) Mungkin Pak Minto (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) sudah ngajak saya ke Cina. Kita sudah berasosiasi dengan ICBC mereka siap untuk menjalankan kesana," ujarnya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·