Purbaya: Memang Ada Tantangan, Namun Indonesia Tidak Menuju Krisis

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi esensial perekonomian Indonesia tetap kuat dan tidak sedang menuju krisis.

Pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan fiskal nan pruden, penguatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan efektivitas penyelenggaraan beragam program prioritas nasional.

Berbagai parameter makro menunjukkan perbaikan sehingga menjadi landasan optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan. Hal tersebut dia sampaikan dalam wawancara di sebuah podcast.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang tetap ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan bakal terus diperbaiki," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Jumat (3/7/2026).

Purbaya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi dari beragam aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat. Oleh lantaran itu, pemerintah terus mendorong beragam kebijakan nan bisa memperkuat aktivitas ekonomi riil agar faedah pertumbuhan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran nan terkendali. Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dibandingkan perubahan esensial ekonomi nasional.

Pemerintah berbareng otoritas mengenai terus menjaga stabilitas sistem finansial melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat.

Defisit APBN dijaga tetap berada di bawah pemisah maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan rasio utang pemerintah tetap berada pada tingkat nan kondusif dibandingkan beragam negara lain.

"Tahun lampau defisit APBN berada di kisaran 2,81% dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3%. Rasio utang pemerintah juga tetap sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga tetap berada dalam kategori nan pruden," jelas Purbaya.

Program MBG

Terkait beragam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pertimbangan agar pelaksanaannya semakin efisien dan tepat sasaran.

Menurutnya, setiap program baru mempunyai tantangan pada tahap awal sehingga pengawasan dan penyempurnaan bakal terus dilakukan. Ia menyebut bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah efisiensi anggaran, memperkuat sistem pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan lembaga pelaksana agar penggunaan anggaran negara semakin akuntabel.

"Pemerintah tidak menutup mata terhadap beragam kekurangan nan ada. nan terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat," katanya.

Purbaya juga menegaskan bahwa dalam setiap pembahasan kebijakan strategis di tingkat kabinet, Kementerian Keuangan selalu menyampaikan kajian mengenai akibat fiskal dan akibat anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, seluruh keputusan pemerintah diambil melalui sistem pembahasan berbareng dengan mempertimbangkan beragam aspek ekonomi, sosial, serta keahlian fiskal negara.

Di sisi lain, dia memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus diperkuat, termasuk pemberantasan praktik penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan. Ia menegaskan tidak bakal memberikan toleransi terhadap aparatur nan terbukti melakukan pelanggaran.

Berbagai langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap oknum nan terbukti menyalahgunakan kewenangannya. Langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan integritas lembaga sekaligus memperkuat penerimaan negara.

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. nan terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," tegas Purbaya.

(ily/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance