Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana meningkatkan tarif pajak demi mendongkrak penerimaan negara. Sebaliknya, pemerintah bakal memaksimalkan penagihan pajak dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Purbaya menjelaskan, pemerintah juga bakal memperkuat pengawasan terhadap potensi kebocoran penerimaan negara dan praktik manipulasi pajak. Selain itu, setiap laporan masyarakat mengenai perusahaan nan diduga belum memenuhi tanggungjawab pajaknya bakal ditindaklanjuti.
"Yang jelas kebocoran-kebocoran pajak alias manipulasi bisa dihilangkan semaksimal mungkin,terus kita lebih aktif dalam penagihan. Begini, jika kita berprasangka ada tempat-tempat nan tadinya nggak bayar pajak, kaya perusahaan baja itu, saya dengar laporan dari masyarakat juga kita follow up," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya menambahkan, Babinsa alias Bintara Pembina Desa tidak bakal dilibatkan untuk menagih pajak. Menurutnya, tugas tersebut diserahkan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak.
"Nggak, kita nggak pakai Babinsa. Jadi itu kelihatannya kita biasa orang-orang pajak ngumpulin," tegas Purbaya.
Sang Bendahara Negara menegaskan pemerintah tidak bakal memburu wajib pajak secara berlebihan ataupun meningkatkan tarif pajak. Fokus pemerintah adalah memperluas kepatuhan pajak dengan memastikan pihak nan selama ini belum bayar pajak mulai memenuhi kewajibannya sesuai aturan.
"Tapi nggak bakal ada kenaikan tarif pajak maupun kita kejar-kejar. Kata Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tadi berburu di kebun binatang, nggak ada seperti itu. Kita ekstensifikasi untuk memastikan nan tadinya nggak bayar pajak, bayar sesuai aturan," terang Purbaya.
Menurut Purbaya, langkah tersebut dinilai cukup untuk mendorong pertumbuhan penerimaan pajak. Ia menyinggung capaian penerimaan pajak semester I 2026 nan sukses naik 24%.
"Jadi nggak ada kenaikan, hanya membalikkan semua sesuai aturan. Itu aja bisa naikkin pertumbuhannya 24% kan," tuturnya
Purbaya menambahkan, dirinya optimistis kebanyakan instansi wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal Pajak bisa memenuhi sasaran penerimaan tahun ini. Bahkan lebih dari separuh kanwil diperkirakan dapat melampaui target.
(hns/hns)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·