Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2026 |18:58 WIB

Purbaya Buka-bukaan soal Keuangan Negara (Foto: Kemenkeu)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi vital Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) sebagai tembok utama dalam menjaga stabilitas finansial negara, menjamin likuiditas perbankan, serta menopang keberlanjutan pembangunan nasional.
Purbaya menekankan pentingnya pengelolaan kas dan kebijakan fiskal nan lincah (agile), adaptif, namun tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas. Dia mencontohkan efektivitas kebijakan pengalihan biaya dari Bank Indonesia (BI) ke industri perbankan nan terbukti bisa memulihkan likuiditas sistem finansial sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi.
Adapun Purbaya meminta DJPb untuk mendokumentasikan setiap pengalaman strategis dalam pengelolaan arus kas negara sebagai pengetahuan institusional agar dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
“Saya mau menyampaikan apresiasi kepada seluruh jejeran DJPb nan telah bekerja keras menjaga finansial negara tetap agile, responsif, dan bisa beradaptasi dengan dinamika global. Peran DJPb bukan hanya mencatat angka, tetapi mengubahnya menjadi layanan, pembangunan, dan faedah nyata bagi masyarakat,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa agenda penataan organisasi di tubuh DJPb tidak sebatas restrukturisasi administrasi, melainkan langkah nyata untuk memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan memperjelas pembagian tanggung jawab kerja.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·