Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi aman. Hal itu tercermin dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nan hingga Mei 2026 tetap terjaga.
Menurut Purbaya, defisit APBN per Mei sekitar 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding posisi April sebesar 0,64%. Angka tersebut tetap jauh di bawah pemisah defisit APBN nan ditetapkan pemerintah.
"Fiskalnya bagus. Besok ada APBN KiTA, Anda boleh tanya lagi di situ, saya jelaskan lagi. Kalau enggak saya ulang lagi, tapi pada dasarnya aman. Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7%," kata Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, jika nomor defisit APBN tersebut dihitung secara kasar alias disetahunkan, rasio defisit APBN diperkirakan berada di kisaran 1,8% terhadap PDB. Angka itu tetap berada di bawah periode pemisah 3% nan ditetapkan pemerintah.
"Kalau kita hitung 12 per 5 kali 0,7%, kasarannya ya antara 1,8% ke PDB rasio defisitnya. Jadi, jika hitungan kasar seperti itu aman," ucap Purbaya.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan kalkulasi tersebut hanya ilustrasi sederhana lantaran realisasi APBN bakal terus berubah dari bulan ke bulan mengikuti perkembangan penerimaan dan shopping negara.
Menurutnya, hingga saat ini kondisi APBN justru menunjukkan keahlian nan lebih baik dibandingkan perkiraan banyak pihak, salah satu aspek pendorongnya ialah pertumbuhan penerimaan negara.
"Tapi kan kelak nggak seperti itu hitungannya ya, bakal bervariasi dari bulan ke bulan. Cuma sampai sekarang sih tetap kondusif di atas perkiraan banyak orang. Karena income kita tumbuhnya di atas perkiraan banyak orangnya," tutup Purbaya.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·