Purbaya Bicara Rumor Jadi Kandidat Gubernur BI: Itu Isu Abadi

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konvensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan shopping negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mengetahui nama-nama calon nan bakal mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.

Menurutnya, proses penentuan sosok pengganti sepenuhnya mengikuti pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tidak tahu," kata Purbaya saat ditemui di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (28/7).

Ketika kembali ditanya apakah sudah ada nama nan mengerucut, Purbaya kembali menjawab singkat. “Belum tahu,”.

Purbaya juga merespons rumor nan menyebut dirinya menjadi salah satu kandidat untuk menduduki bangku Gubernur BI.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) melangkah usai mengikuti rapat nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Purbaya menepis spekulasi tersebut dan menyebut berita serupa sudah lama beredar, namun tak pernah menjadi kenyataan.

“Itu mah jika saya rumor abadi, rumor masuk ke sana-sini, aslinya nggak pernah jadi,” ujarnya.

Mengenai rekomendasi sosok nan layak memimpin BI, Purbaya enggan berspekulasi. Ia menegaskan pemerintah bakal mengikuti keputusan Presiden Prabowo dalam menentukan pengganti Perry Warjiyo.

“Kita ikuti perintah bapak Presiden,” katanya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan pemerintah telah mengantisipasi potensi sentimen pasar menyusul pengunduran diri Perry. Melalui koordinasi di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), pemerintah mau menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi tetap konsisten.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkuti rapat kerja berbareng Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Menurutnya, nan terpenting saat ini adalah menjaga kepercayaan pasar dengan memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas.

“Kita tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid dan pro-growth dan pro-stabilitas dan market-friendly,” tutur Purbaya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan