Purbaya Awasi Langsung SPPG, Tak Benahi MBG Anggaran Bakal Dipangkas

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menerjunkan jejeran Kementerian Keuangan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk mengawasi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) namalain dapur MBG.

"Jadi saya kerahkan orang Dirjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia untuk memonitor secara berkala SPPG-SPPG nan ada di setiap wilayah Indonesia," kata Purbaya di area Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).

Purbaya mengatakan, tim DJPb nan turut diterjunkan untuk mengawasi SPPG bakal turut memberikan laporan langsung kepada dirinya maupun Badan Gizi Nasional (BGN) jika menemukan adanya persoalan tata kelola.

Jika nantinya laporan temuan tidak ditindaklanjuti, dia mengatakan, Kementerian Keuangan mempunyai kewenangan untuk memangkas anggaran program MBG.

"Nanti jika ada nan ngaco-ngaco ya kita kasih masukan ke BGN bahwa di suatu tempat SPPG tertentu melakukan kesalahan. Dan jika enggak didengar ya kita kurangin anggarannya otomatis," ucap Urbaya.

Sejauh ini, Purbaya menganggap, penyelenggaraan program MBG sudah semakin baik, terutama setelah di bawah kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala BGN. Menurutnya Sudaryono sudah semakin efisien dalam menjalankan program priortias Presiden Prabowo Subianto itu.

Pada tahun ini saja, Sudaryono kata Purbaya bisa memangkas kebutuhan penyelenggaraan program MBG dari semula Rp 330 triliun menjadi Rp 270 triliun. Lalu semakin efisien ke level Rp 240 triliun. Ia optimistis, penyelenggaraan MBG pada tahun ini apalagi cukup menggunakan anggaran di bawah Rp 200 triliun.

"Jadi kepala BGN nan baru, orangnya cukup bagus ya. Bagus malah. Itu sudah melakukan efisiensi penerapan program itu. Sudah ada penghematan nan besar," ungkap Purbaya.

Sampai dengan 2027, Purbaya mengatakan, penyelenggaraan program MBG juga maksimal hanya memerlukan anggaran sekitar Rp 240 triliun.

"Itu kan dianggarkan Rp 240 triliunan ya, anggarannya segitu. Cuma kelak kita lihat apakah langkah-langkah efisiensi nan sedang dijalankan oleh BGN bakal betul-betul bisa menekan ke bawah apa enggak. Tapi saya pikir sih patokannya segitu, Rp 240 triliun maksimum," tegas Purbaya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News