Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F. Seusai meninjau penyimpanan Pupuk Tegal.(MI/Supardji Rasban)


PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Tengah. Para petani dapat menebus dengan mudah, lantaran pupuk bersubsidi telah tersedia sesuai dengan alokasi nan ditetapkan Pemerintah.
 
Hal itu disampaikan Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F. Seusai meninjau penyimpanan Pupuk Tegal di Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui keterangan resmi, diterima Jumat (5/6).

Ihwan menuturkan ntuk menjaga kelancaran pengedaran dan kesiapan pupuk subsidi, Pupuk Indonesia menerapkan skema pasokan nan elastis antarwilayah. Setiap penyimpanan nan berada di wilayah kerja Pupuk Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk wilayah tersebut. 

“Kami menganut asas fleksibilitas, artinya jika ada kebutuhan tambahan pasokan, petani wilayah tersebut tidak perlu cemas lantaran bakal tetap dipasok melalui penyimpanan nan ada di sekitar," ujar Ihwan.
 
Ihwan menyebut asas elastisitas juga bertindak antarpabrik. Pasokan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Tegal dapat dikirim dari anak upaya Pupuk Indonesia manapun andaikan dibutuhkan, sehingga kebutuhan petani tetap terpenuhi secara tepat waktu.
 
"Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada hambatan apalagi pada saat musim tanam. Dengan skema elastisitas ini, petani tidak perlu khawatir, petani dapat menggunakan pupuk bersubsidi sebaik-baiknya untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan nan sudah dicanangkan Pemerintah," terang Ihwan.
 
Ihwan menjelaskan selain fleksibilitas, Pemerintah sebelumnya juga telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025 untuk kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi. Penurunan ini corak keberpihakan Pemerintah kepada petani, terlebih di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan global.
 
"Tidak boleh petani menebus pupuk bersubsidi lebih dari HET. Jika ada nan menemukan melampaui HET tolong diperiksa dulu apakah di kwitansi itu ada biaya angkut, iuran kelompok, sementara untuk nilai pupuknya sendiri sesuai dengan HET," jelas Ihwan.
 
Ia pun memastikan, petani di 2026 tidak perlu cemas mengenai HET pupuk subsidi di tengah melemahnya nilai tukar Rupiah. Pupuk Indonesia menjamin tidak ada kenaikan nilai di tahun 2026. Hal ini corak kepedulian Pemerintah membantu petani dalam berbudidaya dan mencapai swasembada pangan.
 
“Kemudahan-kemudahan ini menjadikan realisasi pelunasan pupuk bersubsidi meningkat. Hingga 3 Juni 2026, tingkat pelunasan pupuk subsidi di Jawa Tengah mencapai 701.670 ton alias setara dengan 49% dari total alokasi 2026 untuk Jawa Tengah,” paparnya.
 
Menurut Ihwan untuk menjaga penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Tengah melangkah semakin lancar, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 45.373 ton. Stok per 3 Juni 2026 itu berada dalam kondisi kondusif dengan rincian Urea sebesar 19.017 ton, NPK 21.768 ton, Organik 3.719 ton, ZA 636 ton, dan pupuk SP-36 233 ton.
 
“Adapun untuk wilayah Tegal, stok pupuk tercatat sebesar 1.693 ton, terdiri dari Urea 1.149 ton, NPK 317 ton, Organik 210 ton dan ZA 17 ton. Jumlah tersebut mencukupi untuk mendukung kebutuhan musim tanam petani di Tegal, urai Ihwan seraya menambahkan jika stok nan ada di Gudang Pupuk Tegal bisa mencukupi selama 3 minggu ke depan, dan petani tidak perlu khawatir. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia