Serang -
Puluhan buntang kapal kayu rusak dan menjadi sampah di Karangantu, Kota Serang, Banten. Kondisi itu membikin jalur nelayan menjadi sempit dan susah untuk bersandar.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (24/6/2026) di sepanjang muara, ditemukan kapal rusak di pinggir-pinggir muara. Kapal-kapal tersebut berbanjar berbareng dengan kapal nelayan nan tetap beroperasi.
Beberapa kapal rusak tetap terlihat berbentuk, sementara lainnya sudah tinggal kerangka. Bahkan, ada nan sudah tenggelam dan dipenuhi rumput. Hal nan tersisa dari kapal itu hanya kerangka anjungan kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah nggak mungkin diperbaiki. Cuma tinggal kerangka aja," kata salah satu nelayan, Aco (32).
Aco menyebut, buntang kapal itu sudah ada sejak lama. Kapal itu tak lagi ditengok oleh pemiliknya dan ditelantarkan begitu saja.
"Udah sekitar 8 tahun. Orangnya udah nggak tahu ke mana. Dulu ada nan mau beli kayu-kayunya, tapi ditolak lantaran kan murah harganya," ujarnya.
Aco mempunyai kapal kayu mini dengan kapabilitas 2 GT (Gross Tonnage). Ia mengaku kesulitan menyandarkan kapalnya di antara bangkai-bangkai kapal. Untuk mempermudah kapal bersandar, dia membangun dermaga sederhana dari bambu sepanjang 12 meter.
Puluhan buntang kapal memenuhi area sandar di Karangantu, Serang, Rabu (24/6/2026). Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
"Jika nggak ada buntang kapal dan dibersihkan, bisa bikin sandaran sekitar 3 meter. Saya juga nggak perlu bikin saung-saung di tengah begini," ujarnya.
Bangkai-bangkai kapal itu tak hanya mengganggu kapal mini bersandar, tapi juga mempersempit jalur. Jika tak ada buntang kapal, muara sangat lebar dan bisa digunakan untuk kapal besar dan kecil.
"Kalau sekarang, kita kudu ngalah, alias minggir dulu jika ada kapal besar mau masuk," katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni pun sempat mengecek jalur nelayan di muara Karangantu. Ia menyebut ada 80 buntang kapal nan ada di Karangantu.
"Kita lihat sendiri ada kurang lebih sekitar 80 buntang kapal nan sudah bertahun-tahun, berpuluh tahun tidak tertangani dan menghalang alur pelayaran para nelayan," kata Andra.
Andra pun menyebut Pemprov Banten berbareng dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menormalisasi muara dan sungai di Karangantu. Bangkai kapal dan sedimen di sungai bakal dibersihkan.
"Juga sedimen nan luar biasa tebal ya, nan diperkirakan ada sekitar 190.000 meter kubik nan bakal ditangani," ujarnya.
Ia menyebut pengerjaan memerlukan waktu beberapa bulan. Karena itu, dia meminta maaf kepada nelayan jika aktivitas mereka menjadi terganggu.
"Mohon dukungannya kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan nan kemungkinan terganggu dengan aktivitas ini. Diperkirakan beberapa bulan penanganannya, dan saya minta maaf," katanya.
(aik/mea)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·