Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |10:31 WIB

Pemerintah Pulihkan Trauma Korban Bencana Aceh
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa salah satu prioritas tertinggi dalam penanganan pascabencana di Aceh adalah menjamin keselamatan masyarakat, terutama di sektor kesehatan. Diketahui, korban tewas akibat musibah Aceh mencapai ratusan orang.
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA menekankan perlunya pendekatan baru dalam penanganan bencana.
“Dalam kondisi darurat bukan masyarakat nan datang, tapi dokter-dokter nan kudu datang. Ini bagian dari hormat perguruan tinggi kepada masyarakat,” kata Safrizal, Selasa (16/6/2026).
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala (USK) ini menginisiasi langkah perguruan tinggi turun ke masyarakat melalui penguatan jasa kesehatan di Hunian Sementara (Huntara) penyintas banjir Aceh Tamiang.
“USK menurunkan tim spesialis, mulai dari mahir jantung anak, obstetri dan ginekologi, hingga psikolog untuk membantu pemulihan trauma pascabencana,” ujarnya.
Dia berharap, inisiatif ini tidak berakhir di Aceh Tamiang, melainkan bisa diperluas ke wilayah lain nan terdampak. Safrizal membuka kesempatan kerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk di Sumatera Utara, untuk membangkitkan semangat masyarakat.
Ia pun meminta tim dari USK untuk menyampaikan temuan di lapangan sebagai bahan masukan dan pertimbangan keahlian pemerintah.
“Tim nan telah turun ke masyarakat, tolong catat apa nan bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA alias sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa nan bisa kita lakukan,” pesannya.
Menutup pesannya, Safrizal menegaskan bahwa pengetahuan pengetahuan menemukan maknanya ketika bisa memberikan faedah bagi manusia. “Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi pengetahuan pengetahuan menemukan maknanya ketika dia bisa memberikan faedah bagi manusia,” ujarnya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·