Pukul Ember-Botol Bekas untuk Lepas Stres di Komunitas Nabuh Bareng Jakarta

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Kegiatan Komunitas Nabuh Bareng Jakarta Volume 3 nan diadakan di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Pekerjaan nan menumpuk, tugas kuliah nan padat, hingga rutinitas sehari-hari terkadang membikin kepala terasa penuh. Rasanya mau melampiaskan emosi dengan memukul sesuatu, tetapi dengan langkah nan aman, menyenangkan, apalagi bisa sembari menyanyi dan berjumpa kawan baru.

Keresahan itulah nan melatarbelakangi lahirnya Komunitas Nabuh Bareng Jakarta. Sebulan sekali, organisasi ini membujuk para pesertanya melepaskan penat dengan bermain musik menggunakan benda-benda sederhana nan ada di sekitar. Mulai dari ember, sandal, kotak plastik dan sendok besi, botol tumbler dengan sendok, hingga botol plastik jejak nan diisi biji-bijian.

“Kita tahu Jakarta ini kan banyak tekanan pekerjaan, jadi kita mencoba untuk memberikan ruang baru nan lebih efektif untuk melepaskan emosi-emosi terpendam tanpa berkata-kata, dengan langkah nan lebih kinestetis, belajar, dan memukul,” ujar Lead Coach Nabuh Bareng Jakarta, Revi, kepada kumparan saat ditemui di area Jakarta Selatan.

Kegiatan Komunitas Nabuh Bareng Jakarta Volume 3 nan diadakan di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Alat-alat tersebut kemudian dibagi ke dalam empat “rumah”, ialah rumah Kicik (botol plastik jejak berisi biji-bijian), rumah Ting-ting (botol tumbler dan sendok), rumah Kletak (kotak plastik dengan sendok besi dan sandal), serta rumah Bum-bum (ember). Masing-masing rumah menghasilkan karakter bunyi nan berbeda sehingga saling melengkapi saat dimainkan bersama.

Menariknya, alat-alat tersebut dibawa sendiri oleh peserta dan tidak kudu baru. Justru, peserta dianjurkan memanfaatkan barang-barang jejak alias nan sudah tidak terpakai di rumah.

“Kita memberikan kesempatan juga untuk barang-barang nan udah nggak kepake di rumah. Daripada dibuang, alat-alat itu tetap bisa berfaedah untuk membantu kita melepaskan emosi-emosi nan selama ini kita pendam,” jelas Revi.

kumparan pun sempat mencoba mengikuti aktivitas Nabuh Bareng beberapa waktu lalu. Setelah registrasi, setiap peserta bakal mendapatkan name tag serta lembar not musik nan bakal digunakan selama sesi bermain.

Not tersebut disesuaikan dengan rumah alias perangkat nan dipilih sehingga setiap peserta mempunyai pola ritme nan berbeda. Uniknya, not nan digunakan bukan seperti not balok pada umumnya, melainkan dibuat dengan simbol-simbol sederhana sehingga mudah dipahami, apalagi oleh peserta nan belum pernah bermain musik sekalipun.

Kegiatan Komunitas Nabuh Bareng Jakarta Volume 3 nan diadakan di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sebelum mulai bermain musik, peserta lebih dulu diajak mengikuti permainan untuk saling berkenalan. Saat itu, kumparan mengikuti permainan bingo nan mengharuskan peserta mencari orang lain nan sesuai dengan keterangan di kartu bingo hingga sukses membentuk satu garis.

Setelah suasana mulai cair, sesi pertama diisi dengan pengenalan teknik dasar memainkan setiap perangkat secara bertahap. Peserta diajarkan langkah menabuh sesuai karakter bunyi masing-masing perangkat sehingga tak perlu mempunyai pengalaman bermusik sebelumnya.

Berikutnya, peserta mulai memainkan perangkat masing-masing mengikuti pola ritme pada lembar not sembari mengiringi lagu nan telah dipilih. Saat itu, lagu nan dimainkan adalah Rollerblade dari no na, nan membikin suasana semakin riuh dan penuh semangat.

Revi, Lead Coach Komunitas Nabuh Bareng Jakarta, saat diwawancarai oleh kumparan di area Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Tak butuh waktu lama, seluruh peserta mulai kompak memainkan ritme bersama. Dari bunyi ember, botol, hingga kotak plastik, semuanya berpadu menjadi irama nan terdengar harmonis.

Benar saja, setiap hentakan terasa menjadi pelepas penat setelah seharian bekerja maupun beraktivitas. Tak hanya bermain musik, aktivitas ini juga menjadi ruang untuk berinteraksi dengan orang-orang baru, berbual bersama, hingga membangun pertemanan baru. Hal itu juga dirasakan oleh salah satu peserta, Gaby.

“Kalau saya sih lantaran capek kerja ya. Jadi butuh pelepasan stres gitu dalam hidup ini. Aku tadi kenalan sama beberapa kawan dari rumah saya juga. Jadi betul-betul berterima kasih banget sama Nabuh Bareng Jakarta ini nan udah ngenalin saya sama teman-teman baru,” kata Gaby.

Komunitas Nabuh Bareng Jakarta rutin menggelar kegiatannya setiap satu bulan sekali. Lagu nan dimainkan pun selalu berganti setiap bulannya sehingga peserta selalu mendapatkan pengalaman baru.

Kegiatan biasanya berjalan pukul 19.00 WIB hingga 21.30 WIB di SANA Studio, Kebayoran Baru, Jakarta. Untuk mengikuti aktivitas ini, peserta dikenakan community support fee sebesar Rp150 ribu. Tiket dapat dibeli melalui platform Loket, sementara agenda aktivitas berikutnya dapat dipantau melalui akun IG @nabuh.barengjkt.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan