Ilustrasi.(freepik)
MENJELANG seremoni Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sunah di awal bulan Dzulhijjah, di antaranya adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Banyak masyarakat nan bertanya mengenai lama penyelenggaraan kedua puasa ini.
Durasi Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Secara keseluruhan, rangkaian puasa sunah nan paling utama sebelum Idul Adha ini berjalan selama 2 hari berturut-turut, ialah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Berikut adalah rinciannya:
- Puasa Tarwiyah: Dilaksanakan selama 1 hari, tepat pada tanggal 8 Dzulhijjah.
- Puasa Arafah: Dilaksanakan selama 1 hari, tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Idul Adha).
Meskipun hanya dua hari tersebut nan paling populer, umat Islam sebenarnya disunahkan untuk berpuasa selama 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah (tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah) sebagai bagian dari ibadah sepuluh hari pertama nan dicintai Allah SWT.
Catatan Penting: Puasa ini dilarang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) dan hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) lantaran hukumnya haram untuk berpuasa pada waktu tersebut.
Jadwal Berdasarkan Kalender Hijriah
Untuk menentukan kapan kedua puasa ini dilaksanakan dalam almanak Masehi, umat Islam perlu merujuk pada hasil sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah oleh pemerintah alias otoritas keagamaan setempat. Secara urutan hijriah, jadwalnya adalah sebagai berikut:
| Puasa Tarwiyah | 8 Dzulhijjah | Dua hari sebelum Idul Adha |
| Puasa Arafah | 9 Dzulhijjah | Satu hari sebelum Idul Adha |
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Melaksanakan puasa di dua hari ini mempunyai keistimewaan nan sangat besar bagi mereka nan tidak sedang melaksanakan ibadah haji:
- Menghapus Dosa: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) diyakini dapat menghapuskan dosa setahun nan lampau dan setahun nan bakal datang.
- Pahala Melimpah: Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) merupakan corak pembersihan diri dan persiapan sebelum memasuki hari puncak Arafah.
- Amalan di Hari Istimewa: Tidak ada hari di mana kebaikan saleh lebih dicintai Allah selain pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Niat Puasa
Bagi Anda nan mau mengamalkannya, berikut adalah lafal niatnya:
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
(Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah lantaran Allah Ta'ala.)
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
(Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah lantaran Allah Ta'ala.)
Kesimpulan
Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan selama 2 hari, ialah pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Ibadah ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim nan tidak sedang wukuf di Arafah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pembebasan dosa.
(H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·