Cikal Bintang
, Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |02:05 WIB

Area wasit VAR memantau situasi nan terjadi di lapangan. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)
PSSI menyebut penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di kejuaraan sepakbola Indonesia berakibat signifikan terhadap kecermatan keputusan wasit. Penggunaan teknologi tersebut dinilai bisa menekan jumlah keputusan nan salah dalam pertandingan.
Kepala Departemen Wasit PSSI, Pratap Singh, mengatakan keahlian wasit di lapangan sekarang mendapat support teknologi VAR. Kondisi itu membikin keputusan keliru dalam pertandingan dapat ditekan secara signifikan.
Ko Hyung-jin salah satu wasit asing nan bekerja di Liga Indonesia
"Karena keahlian wasit di lapangan itu sudah terbantu penerapan VAR, maka keputusan nan salah berkurang signifikan hingga hanya 8 persen," kata Pratap dalam aktivitas 'Refereeing Workshop for Media' di Senayan, Jakarta.
1. Pengaruhi Hasil Akhir Pertandingan
Pratap menjelaskan, pada kejuaraan kasta tertinggi Super League musim 2025-2026 terdapat 306 pertandingan nan dimainkan. Dari seluruh laga tersebut, tercatat 346 kejadian kunci alias keputusan besar nan berpotensi memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Dari 346 kejadian tersebut, sebanyak 314 keputusan sukses diidentifikasi secara tepat oleh wasit. Keputusan tersebut diperoleh melalui keputusan langsung wasit di lapangan maupun intervensi VAR, termasuk rekomendasi untuk melakukan peninjauan ulang terhadap sebuah insiden.
Sementara itu, pada kejuaraan kasta kedua alias Championship musim 2025-2026, terdapat 273 pertandingan dengan 331 kejadian kunci. Sebanyak 305 keputusan dari kejadian tersebut dinyatakan benar, sedangkan 26 keputusan lainnya dinilai tidak tepat.
Menurut Pratap, info tersebut memperlihatkan kontribusi VAR terhadap peningkatan kecermatan keputusan perangkat pertandingan. Teknologi tersebut menjadi salah satu instrumen nan membantu wasit ketika menghadapi kejadian krusial selama pertandingan.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·