Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 Garapan Brantas Abipraya Capai 32%

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta -

Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem (Duri-Sei Mangkei) nan melintasi Sumatera Utara dan Riau terus dipercepat guna menghadirkan jaringan pengedaran gas andal dan terintegrasi di Pulau Sumatera.

Proyek tersebut menjadi tulang punggung pengembangan prasarana gas bumi untuk meningkatkan konektivitas pasokan daya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah nan dilalui.

Proyek pipa transmisi gas bumi Dusem nan dibangun menggunakan biaya APBN ini terbagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1 ialah segmen SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang kurang lebih 279,8 km, dan Segmen 2 ialah segmen Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas di Duri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Brantas Abipraya (Persero), terlibat dalam pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem pada segmen 2 di Bagan Batu. Proyek ini menjadi salah satu prasarana daya strategis nan diharapkan bisa memperkuat konektivitas jaringan pengedaran gas bumi sekaligus menggerakkan roda perekonomian di beragam wilayah nan dilalui. Hingga akhir Juli 2026, progres bangunan Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 nan dikerjakan Brantas Abipraya telah mencapai 32,3%.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengapresiasi keahlian seluruh pihak nan terlibat dalam pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem. Hingga saat ini, proyek tersebut telah membukukan 300.000 jam kerja kondusif (safe man-hours) dengan menyerap 447 tenaga kerja.

Laode menyampaikan apresiasi kepada kontraktor atas penyelenggaraan pekerjaan nan dinilai melangkah dengan baik. Meski demikian, dia menegaskan bahwa aspek keselamatan kudu tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan.

"Saya mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan ini kudu mengutamakan aspek keselamatan nan memadai," ujar Laode dalam kunjungan kerja nan dilakukan Sabtu (25/7) dikutip dari siaran pers, Sabtu (1/8/2026).

Pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 262 km ini mempunyai peran krusial dalam meningkatkan keandalan pasokan daya bagi sektor industri, pembangkit listrik, hingga area ekonomi. Dengan pengedaran gas nan semakin efisien, biaya daya dapat ditekan sehingga bisa meningkatkan daya saing industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan bahwa keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini merupakan corak support nyata perusahaan terhadap agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada daya dan pembangunan prasarana nan memberikan faedah luas bagi masyarakat.

"Proyek Pipa Gas Dusem bukan sekadar pembangunan prasarana energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Kehadiran jaringan pipa ini bakal memperkuat pengedaran gas nasional, mendukung aktivitas industri, membuka kesempatan investasi, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar proyek. Brantas Abipraya berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu," ujar Dian.

Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan standar bangunan terbaik dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE). Perusahaan juga memanfaatkan teknologi bangunan nan efisien untuk memastikan pekerjaan melangkah sesuai sasaran mutu, biaya, dan waktu.

Selain memberikan faedah bagi sektor energi, proyek ini turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan upaya pendukung di sekitar letak pembangunan. Kehadiran proyek strategis tersebut diharapkan bisa memberikan akibat ekonomi nan berkelanjutan, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan hingga berkembangnya sektor jasa dan UMKM. Bukannya tanpa alasan, adanya jaringan pipa transmisi gas bumi ini nantinya dapat mengalirkan pasokan gas untuk sektor industri, komersial, dan rumah tangga.

Sebagai perusahaan bangunan nasional nan telah dipercaya mengerjakan beragam proyek strategis di Indonesia, Brantas Abipraya terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan prasarana nan tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem, Brantas Abipraya optimistis dapat menghadirkan prasarana daya nan andal, memperkuat ketahanan daya nasional, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia nan semakin inklusif dan berkelanjutan.

"Semoga dengan tuntasnya proyek ini nantinya dapat memberikan akibat positif nan masif bagi industri lokal di sepanjang koridor Sumatera Utara hingga Riau. Kehadiran pipa ini menjadi 'jalan tol energi' nan memecahkan masalah keterbatasan prasarana gas dan memacu pengaruh domino ekonomi lokal," tutup Dian.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance