Jakarta -
Provinsi Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII nan bakal digelar pada 2029 mendatang. Provinsi Lampung mendapat support kebanyakan absolut dalam proses pemungutan bunyi oleh peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Melalui proses ini, Lampung mengantongi 29 bunyi sedangkan Provinsi Sumatera Utara memperoleh 5 suara, dan Provinsi Sulawesi Tengah dengan 1 suara.
Peresmian Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Penas Petani Nelayan XVIII ini turut dikukuhkan dalam aktivitas Rembug Utama KTNA Penas XVII nan digelar di Gedung Olahraga David Tony, Universitas Gorontalo, Jumat (19/6) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabar ceria dan prestasi membanggakan turut diraih oleh Provinsi Lampung dalam rangkaian agenda ini. Provinsi Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan XVIII nan bakal digelar pada tahun 2029 mendatang," tulis Pemprov Lampung, dalam siaran persnya, Minggu (21/6/2026).
Di hadapan forum, Pemerintah Provinsi Lampung memaparkan kesiapan komprehensif wilayah untuk menyambut ribuan peserta dari seluruh penjuru tanah air pada tahun 2029.
Kesiapan ini terwujud dalam corak prasarana memadai melalui konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), akses transportasi udara dan laut nan terhubung langsung dengan Jakarta, kesiapan ratusan akomodasi perhotelan, serta beragam letak nan diproyeksikan untuk aktivitas utama maupun studi lapang.
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan, momentum arena nasional ini bisa memberikan faedah bagi kesejahteraan petani, nelayan, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat Lampung.
Terpilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Penas XVIII Tahun 2029 diharapkan bisa menjadi katalisator krusial untuk memperkuat promosi sektor pertanian dan komoditas unggulan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan sektor pariwisata.
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka turut datang dan membuka rangkaian aktivitas Pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Acara ini digelar di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6) lalu.
Dalam sambutannya, Gibran menyatakan petani dan nelayan menjadi garda terdepan mewujudkan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, kemandirian pangan adalah satu program prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi kompleksitas dinamika global.
"Terima kasih para petani dan nelayan, garda terdepan kemandirian pangan. Kemandirian pangan ini seperti nan kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah bentrok geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu berjuntai dengan negara lain," tegasnya.
Ia juga menambahkan, tantangan mewujudkan kemandirian pangan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi saja. Namun, tata kelola sektor pertanian dan perikanan nan meliputi perlindungan lahan pertanian, kemudahan akses bibit unggul dan permodalan, kepastian pasar, hingga ketepatan pengedaran pupuk bersubsidi juga berkedudukan penting.
Pada kesempatan tersebut, Wapres mengundang perwakilan petani dan nelayan menyampaikan beragam aspirasi dan persoalan nyata nan dihadapi di lapangan. Beberapa poin utama meliputi kebutuhan perbaikan jaringan irigasi, pendangkalan pelabuhan, kelancaran pengedaran bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan, serta pemenuhan sarana pascapanen seperti mesin pengering (Dryer) dan Rice Milling Unit (RMU).
Menanggapi aspirasi dan keluhan ini, Wapres menginstruksikan seluruh jejeran kementerian dan lembaga mengenai untuk melakukan tindak lanjut dengan langkah konkret.
Turut datang dalam rangkaian aktivitas ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung Elvira Umihanni nan juga menjadi perwakilan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
(prf/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·