Proteksi Kesehatan Semakin Penting di Tengah Ketidakpastian

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Proteksi Kesehatan Semakin Penting di Tengah Ketidakpastian ilustrasi(Prudential Syariah)

Meningkatnya biaya layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga. Dalam sejumlah kasus, biaya pengobatan apalagi dapat mencapai ratusan juta rupiah dan berpotensi menguras tabungan nan telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Pengalaman itulah nan dialami Joko Mulyono saat kudu menjalani serangkaian tindakan medis dengan total biaya lebih dari Rp200 juta.

Joko, seorang pekerja kantoran, mengaku tidak pernah membayangkan bakal menghadapi biaya kesehatan dalam jumlah sebesar itu. Keputusan nan dia ambil beberapa tahun sebelumnya untuk mempunyai perlindungan kesehatan akhirnya menjadi penopang utama saat beragam akibat kesehatan datang secara beruntun.

"Waktu itu, saya belum tahu makna krusial asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang nan rupanya punya akibat nan mengubah hidup saya," ujar Joko.

Risiko kesehatan pertama muncul ketika dia mengalami gangguan pada punggung nan mengharuskannya menjalani operasi dan rawat inap. Biaya perawatan saat itu nyaris mencapai Rp50 juta. Beberapa waktu kemudian, Joko kembali kudu menjalani tindakan kolonoskopi dengan biaya sekitar Rp78 juta. Empat tahun berselang, dia kembali masuk ruang operasi untuk menjalani prosedur EVLA akibat gangguan pembuluh darah dengan biaya mencapai Rp102 juta.

"Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, nomor ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan family saya," katanya.

Menurut Joko, pengalaman tersebut mengubah pandangannya mengenai pentingnya perlindungan kesehatan dan perencanaan finansial keluarga. Ia menilai perlindungan kesehatan tidak hanya memberikan faedah finansial, tetapi juga ketenangan saat menghadapi akibat nan datang tanpa diduga.

"Saya tidak mau ada nan mengalami perihal serupa dan bukannya konsentrasi ke penyembuhan, malah cemas dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak bisa hanya konsentrasi berinvestasi tapi lupa memproteksi diri," tandasnya.

Kisah Joko menjadi salah satu pengingat bahwa perlindungan bukan sekadar tentang faedah finansial, tetapi juga tentang hadirnya perlindungan saat family menghadapi akibat kehidupan. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan perlindungan syariah nan relevan dan berarti bagi masyarakat.

"Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Kami mau memastikan setiap family Indonesia mempunyai akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah," ujar Vivin

Sejak berdiri sebagai entitas berdikari pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia