Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 81,65 Persen, Ditargetkan Rampung pada September 2026

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 81,65 Persen, Ditargetkan Rampung pada September 2026

Jalan Tol Japek (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pengerjaan Proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A dengan panjang main road 10,50 kilometer menunjukkan progres bentuk bangunan signifikan, ialah mencapai 81,65 persen per pertengahan Februari 2026.

Paket 2A menjadi bagian strategis dalam mendukung konektivitas koridor selatan, khususnya antara Jakarta dan Jawa Barat. Ruas ini nantinya bakal menghubungkan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E1 (Simpang Susun Jatiasih) dengan Jalan Tol Purbaleunyi (Simpang Susun Sadang).

Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Aditya Novendra, mengatakan proyek ini diharapkan bisa mengurai beban lampau lintas di Tol Jakarta–Cikampek eksisting sekaligus menjadi pengganti utama bagi masyarakat nan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat.

“Tol ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pengedaran logistik, sehingga berakibat positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Aditya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Dalam skema kerja sama operasi (KSO), HKI mengerjakan sejumlah pekerjaan utama, mulai dari timbunan dan galian tanah, struktur beton, bore pile, hingga pemasangan PCI girder dan steel box girder. Proses bangunan juga didukung penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk memastikan kecermatan kreasi dan efisiensi volume pekerjaan, serta penggunaan Augmented Reality (AR) berbasis barcode guna mendukung visualisasi dan pengendalian mutu di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis, salah satunya pekerjaan erection girder pada titik perlintasan dengan tol aktif Cimanggis–Cibitung Tollway (CCT) nan dibatasi oleh window time. Kondisi tersebut mengharuskan penggunaan metode launcher untuk menjaga keselamatan kerja sekaligus memastikan kelancaran lampau lintas.

“Pelaksanaan dilakukan dengan memastikan kesesuaian metode kerja dan kapabilitas alat, serta memperkuat koordinasi dengan pengelola tol, Dinas Perhubungan, dan pihak Kepolisian,” tambah Aditya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com