Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |08:53 WIB

Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Pengelolaan sampah telah menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sebesar Rp3,2 miliar. Inisiatif tersebut dijalankan di 58 letak di seluruh Indonesia dengan melibatkan 2.470 masyarakat.
"Pengelolaan sampah memerlukan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Ekosistem Pengelolaan Sampah
Melalui program TJSL, pihaknya mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah nan terstruktur dan berbobot ekonomi, sekaligus memberikan akibat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara total, program tersebut mencatat pengumpulan sampah sekitar 4,7 ribu ton sampah per tahun, dengan 2,3 ribu ton di antaranya telah dikelola kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik.
Salah satu penerapan dilakukan melalui unit "Fuel Terminal Boyolali" dengan Program TPS 3R Resik di Desa Butuh nan bisa mengelola 480 ton sampah per tahun dari 310 kepala family dan 115 pelaku usaha.
Program itu, menurut Pertamina Patra Niaga, menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp36 juta per tahun bagi masyarakat setempat.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·