Arief Setyadi
, Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |01:10 WIB

Saiful Mujani (Foto: Humas UIN Jakarta)
JAKARTA - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Saiful Mujani resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya mengenai dugaan penghasutan buntut pernyataannya mengenai seruan menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Siapakah Saiful Mujani?
Di lingkaran politik, nama Saiful Mujani sudah tidak asing. Pria kelahiran 8 Agustus 1962 itu merupakan seorang akademisi dan peneliti kondang, terutama dalam menyurvei beragam dinamika politik Tanah Air.
Ia meraih gelar sarjana di UIN Jakarta pada 1989, dan setelah lulus dirinya mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) berbareng rekan-rekannya. Bukan hanya itu, dia adalah pendiri jurnal internasional Studia Islamika dan Jurnal Ulumul Quran.
Saiful Mujani juga aktif sebagai penyunting di Studia Islamika. Ia adalah sosok nan haus ilmu, hingga melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Doktor of Philosophy pada 2003 di Ohio State University dalam bagian politik.
Desertasinya menjadi nan terbaik di Ohio, dengan titel "Religious democrats: Democratic culture and Muslim political participation in post-Suharto Indonesia". Adapun gelar Master of Arts diraih Saiful Mujani pada 1998. Kini, Saiful Mujani sudah bergelar profesor.
Sepulang dari luar negeri, dia berasosiasi dan menjadi kepala di Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2005-2007. Hingga akhirnya mendirikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga penelitian dan konsultan politik berbasis kebijakan pada 2011.
Ia juga dikenal sebagai sosok nan aktif menulis di jurnal internasional, di antaranya American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies. Bahkan, artikelnya di American Journal of Political Science (2012) terpilih menjadi tulisan terbaik dalam konvensi tahunan APSA 2009. Hal ini pula nan mendorong Panel Achmad Bakrie Award 2017 memilihnya sebagai penerima penghargaan bidang pemikiran sosial.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·