Profil dan Pendidikan Ratu Suthida, Pilot Perempuan Pertama Thailand Terbangkan Jet Gripen Solo

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Profil dan Pendidikan Ratu Suthida, Pilot Perempuan Pertama Thailand Terbangkan Jet Gripen Solo

Ratu Suthida. (Foto: Instagram/@thairoyalfamily)

PROFIL dan pendidikan Ratu Suthida menarik diulas. Dia merupakan pilot wanita pertama Thailand nan terbangkan jet Gripen Solo.

Ya, Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana dari Thailand menjadi sorotan setelah sukses menerbangkan jet tempur Saab JAS 39C Gripen secara solo pada Kamis 8 Oktober 2026, Pencapaian tersebut menjadikannya wanita pertama Thailand nan menerbangkan pesawat tempur Gripen seorang diri.

Ratu Suthida

Penerbangan itu berjalan di Wing 7, pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand di Provinsi Surat Thani. Momen tersebut disaksikan langsung oleh Raja Maha Vajiralongkorn alias Rama X serta sejumlah pejabat militer Thailand.

Keberhasilan Ratu Suthida bukanlah pencapaian nan datang secara instan. Sebelum menjalani penerbangan solo menggunakan jet tempur, dia telah mengikuti training penerbangan dan mengumpulkan pengalaman menerbangkan beragam jenis pesawat.

1. Profil Ratu Suthida Thailand

Dilansir dari beragam sumber, Ratu Suthida lahir di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, pada 3 Juni 1978. Ia mempunyai nama komplit Suthida Bajrasudhabimalalakshana dan dikenal sebagai permaisuri Raja Maha Vajiralongkorn, raja Thailand nan bergelar Rama X.

Sebelum menjadi ratu, Suthida mempunyai pengalaman bekerja di sektor penerbangan dan bagian keamanan kerajaan. Perjalanan kariernya kemudian berkembang hingga dia memperoleh pangkat militer dan menjalankan tugas resmi sebagai personil family kerajaan.

Pada 1 Mei 2019, Raja Maha Vajiralongkorn menikahi Suthida dalam upacara kerajaan di Bangkok. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 Mei 2019, dia secara resmi menyandang gelar Ratu Suthida dalam rangkaian upacara penobatan Raja Rama X.

Selain menjalankan tugas kerajaan, Ratu Suthida dikenal mempunyai kesukaan pada olahraga, termasuk beruntung es, berlayar, bersepeda, dan lari. Ia juga mempunyai keahlian di bagian penerbangan nan terus dikembangkan melalui training khusus.

2. Pendidikan Ratu Suthida

 Instagram/@hmqueensuthida)

Ratu Suthida menempuh pendidikan tinggi di Assumption University, Bangkok, Thailand. Ia meraih gelar sarjana di bagian seni komunikasi alias communication arts.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian awal perjalanan kariernya sebelum memasuki bumi penerbangan dan kemudian bekerja di lingkungan kerajaan Thailand. Setelah menyelesaikan pendidikan, Suthida bekerja sebagai pramugari di Japan Airlines (JAL) pada 2000 hingga 2003. Ia kemudian melanjutkan kariernya di Thai Airways International pada 2003 hingga 2008.

Pengalaman bekerja di industri penerbangan tersebut memberinya pengalaman dalam lingkungan operasional penerbangan komersial. Meski demikian, keahlian menerbangkan pesawat nan dimilikinya berkembang melalui training penerbangan tersendiri.

Dilansir dari laman Departemen Hubungan Masyarakat Pemerintah Thailand, Ratu Suthida juga pernah mengikuti sejumlah kursus penerbangan di Thailand dan luar negeri serta memperoleh lisensi pilot komersial dari Otoritas Penerbangan Sipil Thailand.

3. Perjalanan Karier Sebelum Menjadi Ratu

Sebelum dikenal sebagai pilot wanita nan menerbangkan Gripen secara solo, Suthida mempunyai perjalanan pekerjaan nan cukup panjang. Setelah bekerja sebagai pramugari, dia berasosiasi dengan lingkungan keamanan kerajaan Thailand. Ia pernah bekerja sebagai staf operasi di Royal Guard Unit, Royal Security Command.

Pada 2017, Suthida menjabat sebagai Deputy Chief Aide-de-Camp to the King dan kemudian menjadi Deputy Commander of the Royal Security Command. Dalam perjalanan pekerjaan militernya, dia memperoleh pangkat jenderal unik sebagaimana tercatat dalam profil resmi kerajaan Thailand.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kiprahnya tidak terbatas pada tugas seremonial kerajaan. Ia juga mempunyai pengalaman dalam lingkungan militer dan keamanan sebelum semakin dikenal melalui keahlian penerbangannya.

Setelah menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 2019, Suthida menjalankan beragam tugas kerajaan, baik di dalam negeri maupun dalam aktivitas diplomatik ke luar negeri.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑