Awaludin
, Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |12:25 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (foto'; AP News)
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan militer Israel–Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi berita tersebut sehari kemudian dan mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Khamenei wafat pada usia 86 tahun. Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini.
Menurut Konstitusi Republik Islam Iran, berasas Pasal 107 dan 110, Pemimpin Tertinggi merupakan pejabat tertinggi negara sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Selain itu, Khamenei juga dikenal sebagai marja (otoritas keagamaan) dalam tradisi Syiah dan Imam Salat Jumat Teheran.
Perjalanan Politik
Lahir pada 19 April 1939, Khamenei menempuh pendidikan kepercayaan di Masyhad, Najaf, dan Qom. Sejak muda, dia terlibat dalam aktivitas keagamaan dan politik nan menentang pemerintahan Dinasti Pahlavi.
Ia beberapa kali ditangkap oleh abdi negara keamanan sebelum Revolusi Iran 1979. Setelah revolusi nan menggulingkan Shah, Khamenei memegang sejumlah kedudukan penting, antara lain personil Dewan Revolusi, Wakil Menteri Pertahanan, personil parlemen, hingga Presiden Iran selama dua periode (1981–1989).
Pada Juni 1981, dia selamat dari percobaan pembunuhan nan menyebabkan lengan kanannya mengalami kelumpuhan permanen. Pada dasawarsa 1980-an, dia termasuk tokoh kunci dalam kepemimpinan Iran selama Perang Iran–Irak serta mempunyai hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·