Jakarta -
Pria berpakaian ojek online (ojol) diduga menjual bahan bakar minyak (BBM) secara satuan kepada penduduk negara asing (WNA) di Bali nan dipromosikan secara daring. Harga BBM nan dijual mencapai Rp 200 ribu untuk 1,5 liter.
Aksi jual BBM itu viral di media sosial. Belum diketahui pasti letak video tersebut, namun beberapa unggahan menarasikan kejadian itu berlokasi di area Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. Praktik penjualan BBM satuan dengan nilai selangit itu terjadi di tengah kelangkaan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengimbau masyarakat untuk tidak memperjualbelikan BBM bersubsidi secara ilegal. Joseph mengingatkan penduduk untuk tidak melawan norma dan memanfaatkan situasi untuk mengambil untung pribadi.
"Kami imbau dilarang menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM subsidi untuk diperjualbelikan. Dilarang keras melangsir BBM subsidi ke jerigen untuk diperjualbelikan," kata Joseph dilansir detikBali, Kamis (15/10/2026).
Polres Badung menyiagakan personel untuk memperketat pengawasan dan penjagaan di beberapa SPBU. Langkah ini dilakukan selama kondisi suplai BBM tetap langka dan belum kembali normal.
Joseph mengingatkan para pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi bisa diancam hukuman pidana sesuai Pasal 55 juncto Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
"Ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar," pungkasnya.
Praktik jual-beli BBM satuan secara online juga marak ditemukan di tengah kelangkaan dan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali, terutama Denpasar dan Badung. Meski dijual mahal, sejumlah penduduk rela membeli BBM melalui media sosial daripada antre berjam-jam di SPBU.
Berdasarkan penelusuran detikBali, penjualan bensin dengan nilai lebih tinggi ditemukan di sejumlah akun TikTok, Facebook, hingga Threads. Akun-akun tersebut menawarkan Pertalite maupun Pertamax nan dikemas dalam botol air mineral berukuran tanggung hingga besar.
Harga nan ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per botol. Bahkan, beberapa penjual memasang nilai lebih tinggi.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/dek)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·