Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Timwas Haji dan Kementerian Haji di Hambalang.(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN RI Prabowo Subianto menerima laporan komprehensif mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dari Tim Pengawas (Timwas) Haji dan Kementerian Haji di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (17/6) sore. Pertemuan ini konsentrasi pada pertimbangan teknis dan peningkatan pelayanan bagi jemaah di masa mendatang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah mendengarkan laporan langsung dari Komisi VIII DPR RI, Timwas Haji, serta jejeran Kementerian Haji.
"Bapak Presiden hari ini memenuhi permohonan untuk melaporkan penyelenggaraan haji kita tahun 2026 ini," ujar Prasetyo di gerbang utama Padepokan Garuda Yaksa.
Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan terdapat sekitar 20 poin perbaikan nan telah dilakukan selama musim haji 2026. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo meletakkan perhatian besar agar mimpi umat Islam untuk beragama dapat terlaksana dengan pelayanan terbaik.
Beberapa catatan krusial nan menjadi bahan pertimbangan antara lain mobilisasi jemaah di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) serta kebijakan istitha'ah kesehatan. Dahnil menyebut pola penugasan petugas di Armuzna bakal diperbaiki guna memberikan pelayanan nan lebih intensif.
Terkait aspek kesehatan, pemerintah mencatat adanya penurunan nomor kematian jemaah. Sebagai contoh, jemaah asal Jawa Timur nan meninggal bumi pada 2026 tercatat sebanyak 65 orang, turun dibandingkan tahun 2025 nan mencapai 104 orang. Meski demikian, kebijakan kesehatan bakal semakin diperketat pada musim haji 2027.
"Tahun depan kami lebih selektif. Misalnya nan mempunyai indikasi demensia, penyakit ginjal, hingga tuberkulosis (TBC) bakal kami pastikan tidak bisa berangkat demi keselamatan jemaah itu sendiri," tegas Dahnil.
Catatan Evaluasi Haji 2026:
- Mobilisasi jemaah di wilayah Armuzna menjadi prioritas perbaikan pola petugas.
- Pengetatan syarat istitha'ah kesehatan untuk keberangkatan tahun 2027.
- Penurunan nomor kematian jemaah secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan sejumlah personil Timwas Haji nan tiba di letak sejak pukul 14.30 WIB. Evaluasi ini menandai tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah mengelola penyelenggaraan haji secara langsung di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·