Nikaragua berencana menghapus pemilu. Rencana itu memicu kemarahan Amerika Serikat (AS) nan memastikan tak bakal tinggal tak bersuara atas rencana Nikaragua tersebut.
Rencana menghapus pemilu disampaikan Presiden Nikaragua Daniel Ortega pada Minggu (19/7). Jika terwujud maka negara di Amerika Tengah itu bakal berubah menjadi sistem kekuasaan satu partai.
Ortega merupakan eks gerilyawan Nikaragua nan memimpin negara tersebut nyaris dua dekade. Pada hari Minggu kemarin dia menakut-nakuti tak bakal ada pemilu, jika ada partai-partai di negaranya terpengaruh alias dikendalikan oleh Washington.
Saat berbarengan sejumlah tokoh oposisi Nikaragua meminta AS dan bumi internasional menekan pemerintahan Ortega. Mereka menuntut adanya pergantian pemerintahan nan demokratis di sana.
Rencana Ortega menuai reaksi keras dari Menlu AS Marco Rubio. Ia menyebut pemerintahan Ortega di Nikaragua otoriter.
"Presiden AS Donald Trump dan organisasi internasional tidak bakal tinggal tak bersuara terhadap kediktatoran Murillo-Ortega nan represifnya semakin mendalam di dalam negeri," kata Rubio pada Selasa (21/7) seperti dikutip dari AFP.
"Dia menciptakan instabilitas nan menakut-nakuti keamanan nasional Amerika Serikat. Janji Ortega menghapus pemilu menunjukkan sikap pengecutnya serta ketakutannya terhadap kemauan rakyat Nikaragua," sambung dia.
Konflik AS-Nikaragua
Perselisihan AS-Nikaragua bermulai pada 2018 saat demo anti-pemerintah pecah di sana. AS terus menerus menekan Ortega dan istrinya Rosario Murillo nan juga Wapres Nikaragua atas tindakan kekerasan dalam demo.
Data PBB demo berujung kekerasan di Nikaragua pada 2018 lampau menewaskan lebih 300 orang.
AS lampau menjatuhkan hukuman kepada Nikaragua. Salah satunya pembatasan pemberian visa bagi 2.350 pejabat dan family Pemerintah Nikaragua.
Tekanan AS tidak membikin Ortega melunak. Dia malah mengusulkan reformasi konstitusional dengan tujuan memperpanjang masa kedudukan presiden dari lima menjadi enam tahun.
Sebelum diancam bakal dihapuskan Nikaragua berencana menggelar pemilu pada 2027.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·