Presiden Jerman Puji Toleransi Beragama di Indonesia

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier saat berjamu ke markas NATO di Brunssum, Belanda, Kamis (11/6/2026). Foto: Piroschka Van De Wouw/REUTERS

Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier mengaku sudah empat kali melakukan kunjungan ke Indonesia.

Menurutnya, gelombang kunjungannya tersebut menunjukkan pentingnya hubungan Indonesia dan Jerman di tengah situasi dunia nan penuh tantangan.

Hal itu disampaikan Steinmeier dalam konvensi pers berbareng Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6).

"Ini merupakan kunjungan saya nan keempat kalinya ke Indonesia. Dan ini menunjukkan sungguh pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami," kata Steinmeier.

Steinmeier juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kesempatan berbincang mengenai beragam rumor strategis. Ia berambisi pembicaraan tersebut dapat bersambung dalam agenda-agenda kunjungannya selama berada di Indonesia.

"Bapak Presiden nan baik, saya mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan berganti pikiran nan sangat luas siang ini. Dan saya minta kita bisa meneruskan pembicaraan itu sembari makan siang dan juga selama kunjungan nan kita adakan selama hari ini, termasuk kunjungan sejenak lagi ke Masjid Istiqlal dan jalan melalui terowongan persahabatan menuju Katedral Jakarta," ujarnya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Steinmeier mengatakan dirinya telah mengetahui sejak kunjungan-kunjungan sebelumnya bahwa Indonesia merupakan negara nan menjaga toleransi antarumat berakidah dengan baik. Menurut dia, nilai tersebut juga menjadi salah satu kesamaan nan dimiliki Indonesia dan Jerman.

"Saya tahu dari kunjungan saya nan dulu bahwa toleransi kepercayaan sangat didukung dan dipelihara di negara ini. Dan bahwa itu merupakan satu pendirian nan juga menggabungkan kedua negara ini. Terima kasih banyak atas penyambutan nan hangat bagi kami dan pertukaran pikiran nan begitu intensif. Terima kasih banyak," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan