Ilustrasi(Dok Istimewa)
Ketidakpastian ekonomi dunia nan membayangi bumi upaya rupanya tak menyurutkan minat masyarakat Indonesia mempunyai perlindungan keuangan. i tengah tekanan nilai tukar rupiah, kenaikan nilai kebutuhan pokok, hingga perlambatan ekonomi global, jumlah masyarakat nan terlindungi asuransi jiwa justru menunjukkan peningkatan signifikan.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat jumlah tertanggung asuransi jiwa mencapai 118 juta orang pada kuartal I 2026 alias naik sekitar 20% daripada periode sama tahun lalu.
Executive Director AAJI Emira E Oepangat mengatakan pertumbuhan jumlah tertanggung jadi parameter positif bagi industri asuransi jiwa nasional.
“Pertumbuhan premi memang tidak terlalu besar, tapi jumlah masyarakat nan terlindungi naik cukup signifikan. Ini menunjukkan semakin banyak masyarakat nan mulai memahami pentingnya perlindungan keuangan,” ujar dia, di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
AAJI mencatat pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp14,29 triliun pada kuartal I 2026 alias tumbuh 1,2% secara tahunan. Adapun total pendapatan premi nan dibukukan 56 dari 58 perusahaan asuransi jiwa personil AAJI mencapai Rp47,27 triliun.
Menurut Emira, karakter industri asuransi jiwa nan berorientasi jangka panjang membikin sektor ini relatif lebih stabil daripada sektor lain nan sangat sensitif terhadap gejolak ekonomi jangka pendek. “Asuransi jiwa selalu memandang jangka panjang. Karena itu, perubahan ekonomi dalam jangka pendek tidak secara langsung memberikan akibat besar terhadap industri saat ini,” katanya.
Di tengah tantangan ekonomi nan dihadapi masyarakat, kebutuhan atas perlindungan finansial semakin relevan. Perubahan struktur family dari model family besar (extended family) menuju family inti (nuclear family) membikin masyarakat perlu mempersiapkan perlindungan finansial secara lebih mandiri.
Dalam kondisi ini, peran pemasok asuransi jadi penting. Tak hanya sebagai tenaga penjual, pemasok sekarang dituntut bisa jadi penasihat finansial nan membantu masyarakat merencanakan perlindungan jangka panjang.
AAJI, ujar Emira, menilai profesionalisme pemasok jadi aspek kunci dalam meningkatkan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia. Karena itu, asosiasi terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pemasar melalui beragam program pengembangan kapabilitas termasuk melalui forum Million Dollar Round Table (MDRT).
MDRT merupakan asosiasi dunia ahli asuransi dan jasa finansial nan dikenal sebagai standar emas industri lantaran menekankan profesionalisme, etika, dan pelayanan berbobot tinggi. Hingga 2026, Indonesia mempunyai 2.086 personil MDRT.
Committee Chair MDRT Day by MCC Indonesia 2026 Lisa menilai kondisi ekonomi sekarang jadi ujian bagi pemasok asuransi untuk tetap memperkuat dan berkembang. Profesi pemasok asuransi bisa dianalogikan seperti pelaut nan kudu menghadapi tantangan di tengah lautan nan penuh gelombang.
“Di bumi asuransi, kita adalah pelaut kehidupan. Kapal kita adalah komitmen, layar kita adalah mimpi, dan arah kita adalah perlindungan bagi setiap family nan ditemui. Tugas kita bukan hanya jual polis, tetapi menjadi sinar di tengah angin besar kehidupan orang lain,” ujarnya.
Untuk memperkuat kompetensi tenaga pemasar, MDRT Day by MCC Indonesia 2026 bakal kembali digelar pada 15 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional nan berbagi strategi menghadapi tantangan industri finansial dan asuransi di tengah ekonomi global.
MDRT Indonesia Country Chair 2025-2026 Mentari Winarni mengatakan pemasok asuransi kudu terus meningkatkan kapabilitas diri agar beradaptasi dengan dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat nan terus berubah.
“Sebagai pemasok asuransi kudu terus mempersiapkan diri, terbuka atas segala corak inovasi, siap menghadapi tantangan baru dan terus bertumbuh. Melalui MDRT Day by MCC Indonesia 2026, kita meningkatkan profesionalisme melalui kompetensi nan tidak hanya berakibat pada produktivitas, tetapi juga meningkatkan kapabilitas sebagai penasihat keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, AAJI berbareng Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi juga tengah memperkuat standar pekerjaan tenaga pemasar melalui sertifikasi kompetensi nan bakal mulai diterapkan secara luas. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan mutu jasa sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat atas industri asuransi.
"Dengan meningkatnya jumlah masyarakat nan mempunyai perlindungan asuransi dan semakin kuatnya upaya peningkatan kualitas agen, industri asuransi jiwa berkesempatan besar terus tumbuh dan jadi salah satu pilar krusial dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global," pungkasnya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·