Kenali indikasi preeklamsia pada ibu hamil.(Dok. Magnificifi)
PREEKLAMSIA menjadi salah satu komplikasi kehamilan nan wajib diwaspadai lantaran sering kali muncul tanpa keluhan nan jelas namun berisiko fatal bagi ibu dan janin. Kondisi ini ditandai dengan lonjakan tekanan hipertensi dan peningkatan kadar protein dalam urine setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu.
Menurut info nan dihimpun pada 13 Agustus 2026, preeklamsia diduga berangkaian dengan gangguan perkembangan plasenta nan memengaruhi pembuluh darah ibu. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi eklamsia nan memicu tegang hingga komplikasi serius seperti stroke, kerusakan organ hati, dan gangguan pembekuan darah.
Beberapa aspek akibat nan meningkatkan kesempatan terjadinya preeklamsia meliputi riwayat hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, obesitas, hingga kehamilan bayi kembar. Selain itu, ibu nan mengandung pada usia di bawah 20 tahun alias di atas 40 tahun, serta mereka nan menjalani program bayi tabung (IVF), juga mempunyai kerentanan lebih tinggi.
Gejala preeklamsia nan perlu diwaspadai antara lain:
- Sakit kepala berat dan pandangan kabur.
- Nyeri ulu hati alias perut kanan atas.
- Sesak napas dan tubuh terasa lemas.
- Pembengkakan pada wajah, tangan, alias kaki.
- Penurunan gelombang urine dan kenaikan berat badan tiba-tiba.
Pemeriksaan kehamilan rutin menjadi kunci utama penemuan dini. Dokter biasanya bakal melakukan tes tekanan darah, uji urine, hingga pemeriksaan kegunaan hati dan ginjal. Untuk memantau kondisi janin, prosedur USG Doppler alias cardiotocography (CTG) dapat dilakukan guna memastikan debar jantung dan aliran darah janin tetap normal.
Penanganan medis berjuntai pada tingkat keparahan kondisi. Dokter mungkin bakal meresepkan obat pengendali tekanan darah, magnesium sulfat (MgSO4) untuk mencegah kejang, alias kortikosteroid untuk mematangkan paru-paru janin jika persalinan prematur diperlukan. Pada akhirnya, persalinan adalah solusi utama untuk menghentikan progresivitas preeklamsia demi keselamatan ibu dan bayi.
Penting: Jangan mengabaikan agenda kontrol kehamilan meskipun Anda merasa sehat. Deteksi awal melalui pemeriksaan medis ahli adalah langkah terbaik untuk mencegah akibat kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah pada janin. (Alodokter/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·