:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574774/original/053367700_1777978154-1.jpg)
1/4
Tersangka kasus dugaan korupsi sengketa lahan, I Wayan Eka Mariarta, usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (5/5/2026). Mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, I Wayan Eka Mariarta kembali menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574775/original/091238500_1777978154-2.jpg)
1/4
I Wayan Eka Mariarta merupakan tersangka kasus dugaan suap mengenai pengurusan eksekusi sengketa lahan di Tapos, Depok, Jawa Barat. Tampak dalam foto, tersangka kasus dugaan korupsi sengketa lahan, I Wayan Eka Mariarta, usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574776/original/023965300_1777978155-3.jpg)
1/4
I Wayan Eka Mariarta beserta Wakil Ketua PN Depok, Bambang Setyawan, dan seorang ahli sita tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis, 5 Februari 2026. Tampak dalam foto, tersangka kasus dugaan korupsi sengketa lahan, I Wayan Eka Mariarta (depan), usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574777/original/065779200_1777978155-4.jpg)
1/4
I Wayan Eka Mariarta sempat mengusulkan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun gugatannya ditolak pada 20 April 2026. Tampak dalam foto, tersangka kasus dugaan korupsi sengketa lahan, I Wayan Eka Mariarta (kanan), usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·