Pramono Siapkan Dukuh Atas Jadi Hub 6 Moda, Usul Ada City Check-In

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut area Dukuh Atas bakal menjadi titik integrasi enam moda transportasi sekaligus melalui pembangunan pedestrian deck nan mulai dicanangkan pada Minggu (21/6).

Selain menghubungkan beragam moda transportasi, dia juga mengusulkan agar area tersebut dilengkapi akomodasi city check-in dan jasa imigrasi.

"Hari ini kita semua dapat datang dalam rangka pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas. Tadi disampaikan oleh Dirut MRT (Tuhiyat) bahwa ini empat moda bakal terkoneksikan, padahal kenyataannya bukan hanya empat, menjadi enam moda terkoneksikan," kata Pramono dalam aktivitas pecanangan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pramono, keberadaan pedestrian deck bakal menciptakan sistem transportasi nan terintegrasi alias seamless mobility sehingga masyarakat dapat beranjak moda dengan lebih nyaman tanpa kudu terpapar panas maupun hujan.

"Pedestrian ini dengan enam moda nan terhubung bakal menjadi seamless mobility. Artinya orang tidak ada lagi nan kepanasan, kehujanan dan sebagainya," ujarnya.

Pramono juga mengusulkan agar area Dukuh Atas nantinya mempunyai akomodasi city check-in dan jasa imigrasi nan terintegrasi dengan Kereta Api Bandara.

Ia menilai akomodasi tersebut dapat mempermudah mobilitas masyarakat menuju airport sekaligus menghidupkan konektivitas antarmoda di area tersebut.

"Tadi Pak Wagub (Rano Karno) menyampaikan alangkah lebih baiknya jika kelak sudah selesai, barang-barang nan dijual oleh UMKM kita buat duty free. Sekaligus saya bakal meminta kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) DKI Jakarta di tempat ini juga menjadi tempat untuk imigrasi dan check-in," katanya.

"Dengan demikian saya percaya kelak kereta airport bakal hidup lebih mudah terintegrasi secara keseluruhan," imbuhnya lebih lanjut.

Ia juga memastikan Patung Jenderal Sudirman bakal tetap berada di letak saat ini dan tidak bakal dipindahkan dalam proses pembangunan pedestrian deck.

"Patung Jenderal Sudirman tetap bakal di tempat ini. Jadi tidak bakal kita geser agar tidak menjadi polemik dan tempat ini menjadi tempat nan lebih baik dan lebih indah," ujarnya.

Sebagai informasi, pedestrian deck Dukuh Atas bakal dibangun oleh PT MRT Jakarta mulai pertengahan 2026 dan ditargetkan rampung pada 2028.

Infrastruktur berbentuk melingkar nan kerap dijuluki 'cincin donat' itu bakal menjadi simpul integrasi sejumlah transportasi publik di area Dukuh Atas.

Kawasan tersebut nantinya bakal menghubungkan sedikitnya enam moda transportasi, ialah KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.

Proyek ini juga menjadi bagian dari pengembangan area Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas nan ditujukan untuk memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki di pusat Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance nan terlibat dalam penyusunan kajian awal proyek tersebut.

Pramono mengungkapkan hingga sekarang pedestrian deck tersebut belum mempunyai nama resmi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar sayembara terbuka untuk menentukan nama area itu.

"Sampai hari ini pedestrian deck ini terus terang belum punya nama dan kelak kami bakal sayembarakan secara terbuka untuk diberikan nama. Sekarang ini ada nan menamakan 'cincin donat' lantaran memang kelak bentuknya seperti donat, tetapi tentunya jika memberikan usulan nama cincin donat sudah pasti kalah," katanya.

(del/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional