
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kebijakan pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH), berakibat pada berkurangnya anggaran pembaharuan sekolah di Jakarta. Dari 22 sekolah nan semula direncanakan dibangun alias direnovasi pada 2026, sekarang hanya tujuh sekolah nan telah mempunyai alokasi anggaran.
Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, Jumat 25 Juli 2026. Sekolah tersebut menjadi sorotan publik setelah kondisi bangunannya roboh selama dua tahun dan viral di media sosial.
"Pada rapat kemarin berbareng Kepala Dinas Pendidikan, dari 22 sekolah nan direncanakan dibangun tahun 2026, hanya tujuh nan sudah teralokasi anggarannya. Ini terjadi lantaran ada pemotongan DBH, efisiensi, dan sebagainya," kata Pramono.
Meski anggaran terbatas, Pemprov DKI memprioritaskan pembangunan empat sekolah nan kondisinya dinilai paling memprihatinkan. Keempat sekolah tersebut ialah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan kebutuhan anggaran Rp48,1 miliar, SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 senilai Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TK Negeri Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·