Pramono Minta Kelurahan Tampung Aduan Warga hingga Ikut Tangani Kasus KDRT

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti tetap adanya persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ia meminta jejeran kelurahan lebih responsif dalam menangani beragam persoalan warga, khususnya nan berangkaian dengan masalah keluarga.

Hal itu disampaikan Pramono usai meresmikan empat instansi lurah di wilayah Jakarta, Senin (4/5/2026). Ia menegaskan, instansi kelurahan bukan sekadar tempat urusan administratif, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial masyarakat.

"Saya dengar langsung beragam persoalan nan ada, mulai dari KDRT, perselingkuhan, perceraian, dan sebagainya. Itulah kondisi riil di masyarakat nan pemerintah kudu datang di tingkat paling bawah," kata Pramono di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet Senen, Jakarta Pusat.

Menurutnya, kelurahan kudu membuka diri seluas-luasnya bagi penduduk untuk menyampaikan keluhan, masukan, hingga mencari solusi atas persoalan nan dihadapi. Dengan begitu, pemerintah dapat datang secara nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pramono menilai, keberadaan aparatur di tingkat kelurahan sangat krusial dalam meredam bentrok sosial nan terjadi di lingkungan warga. Respons sigap dan pendekatan nan humanis dinilai menjadi kunci dalam penanganan masalah seperti KDRT.

"Kelurahan kudu jadi tempat penduduk mengadu. Jangan hanya administratif, tapi betul-betul membantu menyelesaikan persoalan di lapangan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kompleksitas persoalan di Jakarta nan berpenduduk nyaris 11 juta jiwa menuntut pemerintah bekerja lebih adaptif. Berbagai masalah sosial, termasuk KDRT, perlu ditangani dengan pendekatan nan lebih komprehensif.

Dalam kesempatan nan sama, Pramono menyebut pemerintah terus memperkuat peran jasa masyarakat di tingkat bawah, termasuk melalui akomodasi seperti RPTRA dan unit pelayanan perlindungan wanita dan anak.

Dengan langkah tersebut, dia berambisi tekanan sosial nan dialami masyarakat dapat berkurang, sekaligus menciptakan lingkungan nan lebih kondusif dan nyaman bagi warga.

"Persoalannya tentunya beragam hal, tetapi saya percaya dengan kehadiran pemerintah dalam persoalan-persoalan ini bakal mengurangi stres ataupun tekanan nan ada di masyarakat," imbuhnya. (bel/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News