Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi bakal segera diproses. Pernyataan itu disampaikan Pramono setelah menerima langsung permintaan dari Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim agar patokan tersebut segera diteken.
Pramono mengaku sejak awal berkomitmen agar Jakarta mempunyai Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sebagai corak pelestarian identitas masyarakat Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global.
"Sehingga dengan demikian ada satu memang Kiai Lutfi nan belum terjawab ialah lembaga budaya dan kebudayaan Betawi. Tapi saya kudu jujur Kiai Lutfi, jika saya bukan orang penuh dengan kesabaran menghadapi Kiai Lutfi sudah pasti saya lari tunggang langgang. Saya ketemu Kiai Lutfi ini saksinya beliau sendiri puluhan kali, betul enggak Kiai Lutfi? Dengan kesabaran saya dan saya mau betul-betul nan namanya lembaga budaya dan kebudayaan Betawi itu ada di Jakarta ini," kata Pramono dalam aktivitas Milad ke-25 FBR di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
Pramono mengatakan, keberadaan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi bukan sekadar untuk melestarikan kesenian tradisional seperti ondel-ondel, palang pintu, maupun silat. Menurutnya, lembaga tersebut krusial untuk menjaga identitas budaya Betawi bagi generasi mendatang.
Ia apalagi mengaitkan komitmen tersebut dengan keluarganya. Pramono menceritakan, anak perempuannya nan berdarah Jawa menikah dengan laki-laki Betawi dan sekarang sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka.
"Saudara-saudara sekalian bukan lantaran semata-mata tadi nan main silat tadi nan nari dan sebagainya. Saya kudu jujur mengatakan apa adanya. Saya juga bertanggung jawab terhadap cucu saya. Kenapa saya bertanggung jawab terhadap cucu saya? Anak saya perempuan, anaknya Pramono Anung sama Endang Nugrahani. Jawa 100%. Menantu saya Betawi 100%. Dan, dan sekarang sudah hamil," kata Pramono.
"Apa pun anaknya kelak lahir jika ditanya, ‘Kamu siapa?’, pasti dia bakal ngomong ‘Saya anak Betawi’. Pasti dia bakal ngomong ‘Saya anak Betawi’," lanjutnya.
Karena itu, Pramono menegaskan pemerintah provinsi bakal segera menyiapkan Pergub tersebut. Ia mengatakan urusan siapa nan nantinya mengisi lembaga budaya bukan menjadi kewenangannya, namun Pemprov DKI bakal memfasilitasi pembentukannya.
"Maka untuk itu Kiai Lutfi mumpung di sini ada Bang Foke (Fauzi Bowo) mari segera pergubnya dikeluarkan untuk Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Urusan kelak penempatan orang dan sebagainya monggo, saya enggak ikut kombinasi tetapi saya bakal memfasilitasi itu. Saudara-saudara sekalian apa nan saya lakukan untuk Betawi lantaran janji saya," ujar Pramono.
Pramono kemudian kembali menegaskan agar proses penyusunan Pergub tersebut segera dirampungkan. Ia juga berambisi polemik nan selama ini mengiringi pembahasan patokan itu bisa mereda.
"Tapi saya juga minta jika sudah begini, pergubnya segera kita siapkan. Mbok nan biasanya keras-keras menjadi agak lembut dikit. nan biasanya ngotot pokoke pokoke agak lembut dikit. nan biasanya jika enggak begitu enggak mau, agak lembut dikit," tutur Pramono.
Sebelumnya, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim meminta Gubernur DKI Jakarta segera menandatangani Pergub tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.
Menurutnya, izin tersebut telah diperjuangkan selama bertahun-tahun dan seluruh kajian akademik maupun penyelarasan hukumnya telah selesai.
“Hari ini kami tidak meminta sesuatu nan berlebihan. Kami hanya berambisi agar amanah undang-undang betul-betul diwujudkan melalui hadirnya Peraturan Gubernur tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” ungkapnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·