Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(Antara)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya bagi Timnas Brasil dalam perhelatan Piala Dunia 2026. Meski menjagokan Negeri Samba, Pramono memberikan prediksi realistis bahwa takhta juara kemungkinan besar tetap bakal didominasi oleh kekuatan Benua Biru, Eropa.
Pramono mengungkapkan bahwa pilihannya terhadap Brasil didasari oleh tradisi sepak bola nan sangat kuat di negara tersebut. Menurutnya, Brasil selalu mempunyai daya tarik tersendiri dalam setiap turnamen akbar empat tahunan tersebut.
“Terus terang, setiap Piala Dunia saya sebenarnya selalu mendukung Brasil. Kenapa saya mendukung Brasil? Pertama, tradisi sepak bolanya memang luar biasa,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/6).
Efek Carlo Ancelotti dan Kolektivitas Tim
Pramono menyoroti perubahan signifikan dalam struktur kepelatihan Brasil nan sekarang ditangani oleh pembimbing kawakan asal Italia, Carlo Ancelotti. Kehadiran Ancelotti dinilai membawa dimensi baru bagi permainan Brasil nan selama ini identik dengan talenta perseorangan murni.
Ia menilai skuad Brasil saat ini jauh lebih solid dan tidak lagi terjebak pada ketergantungan terhadap satu sosok bintang besar. Nama-nama seperti Neymar, Casemiro, Raphinha, Alisson Becker, hingga Bruno Guimarães sekarang bermain dalam satu kesatuan sistem nan lebih seimbang.
“Baru kali ini mereka tidak terlalu berjuntai pada satu bintang besar. Selama ini kelemahan Brasil adalah selalu mempunyai satu bintang besar nan menjadi pusat permainan, apakah itu Ronaldinho, Ronaldo, dan sebagainya. Termasuk Neymar pada periode nan lalu,” jelasnya.
Menurut Pramono, kombinasi antara ketahanan fisik, kualitas individu, dan kedalaman skuad nan merata di beragam lini menjadi modal utama Brasil untuk bersaing di level tertinggi.
Analisis Pramono Anung: Kekuatan utama Brasil saat ini terletak pada kolektivitas tim nan didukung oleh talenta perseorangan merata, bukan lagi sekadar mengandalkan satu pemain sebagai pusat permainan.
Prediksi Juara: Dominasi Eropa Belum Patah
Kendati meletakkan angan besar agar Brasil bisa mengakhiri puasa gelar juara bumi nan sudah berjalan lama, Pramono tetap mempunyai pandangan objektif mengenai peta persaingan global.
Ia meyakini bahwa negara-negara Eropa tetap mempunyai kelebihan kompetitif nan susah dipatahkan dalam perebutan trofi paling bergengsi di bumi tersebut.
“Mudah-mudahan Brasil berhasil, lantaran sudah terlalu lama tidak menjadi juara. Walaupun, prediksi saya, nan bakal menjadi juara tetap tim dari Eropa,” pungkas Pramono.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·