Pramono Bakal Tertibkan Pagar Tinggi di Mal Jakarta: Jangan Bikin Image Tak Aman

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti maraknya pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Ibu Kota. Pramono menilai pagar nan dipasang secara berlebihan justru membangun kesan bahwa Jakarta sedang tidak aman.

Pramono mengatakan bakal segera berkoordinasi untuk menertibkan pemasangan pagar-pagar tinggi tersebut. Menurutnya, keamanan tetap penting, namun tidak perlu diwujudkan dengan pagar nan menjulang.

"Saya mengikuti dengan seksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar nan kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi sebagai Gubernur Jakarta tentunya saya tetap berambisi apa pun Jakarta itu aman, nyaman," kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Sebab, kondisi itu justru dapat memunculkan persepsi negatif terhadap Jakarta.

"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran dan sebagainya tidak perlu kemudian kudu memasang pagar nan berlebihan. Dan saya bakal segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.

Pramono menegaskan, jangan sampai keberadaan pagar-pagar tinggi membentuk gambaran bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Menurutnya, berasas koordinasi nan dilakukan dengan abdi negara keamanan dan abdi negara penegak hukum, situasi Jakarta saat ini kondusif.

"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan abdi negara keamanan dan abdi negara penegak norma di beragam sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," tegasnya.

Saat ditanya apakah Pemprov DKI bakal melarang pembangunan pagar tinggi, Pramono mengatakan belum ada patokan nan secara spesifik mengatur perihal tersebut. Namun, dia menilai pagar nan terlalu tinggi mengurangi kenyamanan dan estetika kota.

"Untuk larangan itu terus terang memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membikin pagar nan berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu Jakarta nan sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik," ucapnya.

Pramono mengungkapkan visinya agar Jakarta menjadi kota nan lebih terbuka dan hijau. Ia apalagi berambisi pagar tidak lagi menjadi komponen nan dominan di ruang perkotaan.

"Bahkan saya berpikir pagarnya itu enggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian nan krusial pohonnya nan banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, berdampingan itu juga mungkin lebih baik dibuka," katanya.

Ia menegaskan langkah penataan itu hanya bakal diterapkan di wilayah Jakarta. Tujuannya agar masyarakat maupun pelaku upaya merasa kondusif dan nyaman beraktivitas di Ibu Kota.

"Kalau untuk wilayah lain saya enggak mau ikut campur, tapi untuk Jakarta saya berambisi betul bahwa masyarakat semuanya merasa aman, nyaman," tuturnya.

(bel/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News