Pram Sebut Gerakan Pilah Sampah Sudah Jangkau RT/RW Usai Terbitnya Ingub Nomor 5

Sedang Trending 17 jam yang lalu
Pemprov DKI Jakarta pacu transformasi pengelolaan sampah. Foto: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut aktivitas pilah sampah di Jakarta sekarang sudah menjangkau tingkat RT dan RW setelah diterbitkannya Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan sampah.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjawab pertanyaan mengenai penerapan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, termasuk kemungkinan adanya pertimbangan maupun hukuman bagi korporasi nan tidak menjalankan patokan tersebut.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, dia mengaku memandang langsung beragam penemuan pengelolaan sampah nan dilakukan penduduk di sejumlah wilayah Jakarta.

“Jadi, Ingub sampah ini, Nomor 5 Tahun 2026, disambut luar biasa dari masyarakat. Bahkan masyarakat sekarang ini dengan beragam penemuan melakukan hal-hal nan di luar dugaan saya. Termasuk di Jakarta Barat, Jakarta Timur, saya sudah lihat fisik. Kemarin kebetulan saya juga ke Ciangir,” kata Pramono di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam aktivitas Pembukaan Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pramono meyakini penerapan Ingub tersebut dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Jakarta, khususnya dalam upaya menekan volume sampah nan dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ia menjelaskan, sampah nan dikirim ke Bantargebang ditargetkan hanya berupa residu alias sampah nan tidak dapat diolah kembali.

“Jadi saya meyakini dengan Ingub itu mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta, sejak tanggal 1 Agustus ini timbunan ke Bantar Gebangnya kan residu, sampai dengan tahun 2029. Saya meyakini dengan perkembangan nan ada, alhamdulillah support dukungannya luar biasa,” ujarnya.

Pramono mengatakan, support masyarakat terhadap program pemilahan sampah terus meningkat. Bahkan, aktivitas tersebut sekarang telah melangkah hingga ke lingkungan paling bawah.

“Dan sekarang ini aktivitas pilah sampah sudah sampai dengan RT/RW,” lanjut dia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau Pusat Olah Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono mengaku telah beberapa kali berjumpa langsung dengan para ketua RT dan RW nan terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia pun memberikan apresiasi atas partisipasi penduduk dalam upaya pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Dan beberapa kali saya berjumpa dengan RT/RW secara langsung memberikan apresiasi,” kata Pramono.

Ia juga menyinggung kunjungannya ke area Ciangir, Tangerang, nan tengah dipersiapkan menjadi pusat pengembangan ketahanan pangan milik Pemprov DKI Jakarta.

“Termasuk kemarin kami di Ciangir nan bakal kita bangun dalam skala nan besar untuk ketahanan pangan Jakarta. Di sana bakal ada kurang lebih 5 ribu sapi, kemudian ada ternak nan lain, ayam, unggas, dan sebagainya. Itu nan kami lakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berbareng Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7).

Dalam kunjungan itu, Pramono dan Andra Soni memandang akomodasi Pusat Olahan Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Ciangir. Mereka meninjau pengolahan sampah organik dengan maggot, budidaya lele, peternakan bebek dan ayam, hingga peternakan sapi.

Suasana Pusat Olah Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono menjelaskan dari total nyaris 100 hektare lahan nan dimiliki DKI Jakarta di Ciangir, sekitar 40 hektare bakal dikelola Dinas Lingkungan Hidup (LH), 20 hektare oleh BUMD Dharma Jaya, sementara sebagian lainnya digunakan sebagai kontribusi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk area lapas.

“Tempat ini sepenuhnya bukan seperti nan dipikirkan orang bakal menjadi tempat pengganti Bantar Gebang, sama sekali enggak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, apakah itu ikan, apakah itu ayam, dan pertanian nan lebih luas tentunya jagung, padi, dan sebagainya,” kata Pramono kepada wartawan.

Menurut Pramono, pengembangan area ini bakal memperkuat pasokan pangan Jakarta dan Banten. Sementara itu, Dharma Jaya bakal membangun area peternakan sapi dengan investasi nyaris Rp 1 triliun nan ditargetkan mulai dikerjakan pada November mendatang.

Pram menyebut area peternakan itu nantinya bisa menampung hingga 5 ribu ekor sapi untuk membantu menjaga pasokan daging di Jakarta.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan