Prabowo Ungkap Biang Kerok Gaji Guru dan ASN Masih Kecil

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai kecilnya penghasilan guru, abdi negara penegak hukum, hingga ASN salah satunya disebabkan oleh lemahnya kekuatan anggaran negara. Dia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri dalam jangka panjang.

Prabowo mengatakan kebenaran menunjukkan adanya arus keluar masuk duit negara nan telah berjalan sejak lama, apalagi sejak era Orde Baru. Dia juga menyinggung periode 1950-an pada masa Presiden Soekarno nan menurutnya turut diwarnai ketidakstabilan akibat intervensi asing dan beragam pemberontakan.

“Kalau kita memandang masa tahun 50-an, masa pemerintahan Bung Karno, sekali lagi saya bukan memihak Bung Karno, walaupun memang Bung Karno milik bangsa. Kita tidak bisa memilih tahun 50-an terus disibukkan oleh intervensi asing,” kata Prabowo saat membuka pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dia menilai kondisi tersebut membikin pembangunan ekonomi tidak melangkah optimal. Situasi serupa, lanjutnya, juga terjadi pada awal Orde Baru nan tetap diwarnai beragam persoalan.

Prabowo kemudian menyoroti periode 22 tahun terakhir nan dia sebut sebagai kondisi “inflow-outflow” ekonomi Indonesia. Menurutnya, meski tidak terjadi krisis ekonomi besar, terjadi ketidakseimbangan arus kekayaan negara.

Dia menyebut, berasas data, total untung ekonomi Indonesia dalam 22 tahun mencapai sekitar 436 miliar dolar AS. Namun, sekitar 343 miliar dolar AS mengalir ke luar negeri.

“Ini angka-angka dari PBB,” kata Prabowo.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan hanya sebagian kekayaan nan tertahan di dalam negeri, sehingga berakibat pada terbatasnya keahlian fiskal negara.

“Itu sebabnya penghasilan pembimbing kecil, gaji-gaji abdi negara penegak norma kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini nan selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita