Prabowo Tegaskan Komitmen Demokrasi Indonesia di Majalah The Economist

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Prabowo Tegaskan Komitmen Demokrasi Indonesia di Majalah The Economist Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti makan siang berbareng siswa dan orangtuanya saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026).(Antara/Nyoman Hendra Wibowo)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen fundamentalnya untuk menjaga Indonesia tetap berada di jalur demokrasi. Sebagai pemimpin nan terpilih melalui mandat rakyat, dia memastikan bahwa sistem kerakyatan bakal terus dijunjung tinggi di bawah kepemimpinannya.

"Izinkan saya menyatakan dengan jelas, Indonesia adalah negara demokrasi dan bakal tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu nan bebas dan adil," ujar Prabowo dalam pernyataannya di Majalah The Economist, nan dikutip pada Kamis (11/6).

Prabowo memandang kerakyatan sebagai sistem pemerintahan terbaik, meski dia mengakui ada berbagai kekurangan dalam implementasinya. Baginya, legitimasi kepemimpinan dalam sistem ini hanya bisa diraih melalui proses panjang nan menghormati kedaulatan rakyat.

"Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat," tegasnya.

Keterbukaan terhadap Kritik

Dalam narasinya, Kepala Negara juga menekankan sikap terbuka terhadap kritik. Ia menilai kritik bukan sebagai hambatan, melainkan komponen krusial dalam kehidupan bernegara nan kudu ditelaah secara objektif.

"Saya menyambut kritik. Saya selalu membiasakan diri untuk menelaah dengan saksama setiap kritik nan ditujukan kepada pemerintah nan saya pimpin dan menimbangnya berasas fakta, serta realitas nan dihadapi rakyat biasa," kata Prabowo.

Namun, dia memberikan catatan bahwa penerapan kerakyatan di Indonesia kudu selaras dengan karakter budaya bangsa. Prabowo menekankan pentingnya stabilitas nasional untuk mendukung pembangunan, di mana semangat gotong royong kudu lebih dikedepankan daripada perpecahan politik.

"Kami percaya kerakyatan kudu menghasilkan stabilitas dan kemajuan, bukan kelumpuhan," imbuhnya.

Target Ekonomi 8 Persen
Prabowo menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi 5% selama ini belum cukup membawa Indonesia menjadi negara maju. Ia menetapkan sasaran ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun melalui transformasi radikal.

Transformasi dan Hasil Nyata

Untuk memutus rantai stagnasi, pemerintah tengah mengakselerasi sejumlah program strategis. Beberapa di antaranya meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Sekolah Rakyat, penguatan hilirisasi industri, hingga pembentukan badan pengelola investasi Danantara.

Prabowo menyadari bahwa perjalanan transformasi nasional tidak bakal selalu mulus. Namun, dia berkeinginan membawa Indonesia keluar dari area ketergantungan dan keraguan.

"Perjalanan Indonesia tidak sempurna dan tidak bakal sempurna. Sejarah mengajarkan, tidak ada transformasi nasional besar nan melangkah sempurna. Namun kami berkeinginan agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan alias keahlian di bawah potensi," jelasnya.

Sebagai penutup, dia menegaskan bahwa efektivitas pemerintahannya tidak bakal diukur dari kata-kata, melainkan dari akibat nan dirasakan masyarakat luas. "Sebagai pemerintah, kami bakal menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata nan dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun," pungkas Prabowo. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia