Binti Mufarida
, Jurnalis-Sabtu, 14 Maret 2026 |10:02 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh melebar. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh melebar melampaui 3% dari produk domestik bruto (PDB) sebagaimana pemisah nan diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
Prabowo apalagi berambisi Indonesia suatu saat dapat menghapus defisit anggaran, sehingga penerimaan negara bisa menutupi seluruh shopping pemerintah.
“Kita berambisi selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah, jika bisa, kita tidak mempunyai defisit,” ujar Prabowo di akhir sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden untuk menanggapi kekhawatiran bahwa defisit anggaran bisa melampaui 3% di tengah ketidakpastian dunia akibat bentrok di Timur Tengah. Lonjakan nilai minyak bumi dikhawatirkan dapat meningkatkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Prabowo mengakui bentrok di Timur Tengah berpotensi memengaruhi nilai BBM hingga nilai pangan. Namun, dengan upaya swasembada pangan nan sedang dikerjakan pemerintah, Indonesia dinilai tidak perlu terlalu khawatir.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sumber daya pengganti untuk menggantikan BBM. Energi tersebut berasal dari sumber daya alam (SDA) nan melimpah di dalam negeri, seperti bioetanol dan biofuel.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·