Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 10 Juli 2026 |15:34 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
LOMBOK - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah perusahaan strategis nasional di sektor pertahanan, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), nyaris dijual kepada pihak asing. Namun, Prabowo menegaskan rencana tersebut dihentikan atas perintahnya.
Prabowo saat memberikan sambutan dalam saat meresmikan 5 Bendungan di Indonesia serentak dari Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Dia mau membangkitkan industri pertahanan nasional.
“Banyak sekali perusahaan nan seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan! Sekarang kita bakal bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” kata Prabowo.
Prabowo pun menceritakan perkembangan industri pertahanan nasional nan disebutnya mulai menunjukkan hasil. Dia mengatakan bahwa PT PAL sekarang telah mempunyai keahlian membangun beragam kapal perang modern, termasuk kapal selam.
“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang nan hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL bakal bikin kapal-kapal canggih, Saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga mengatakan baru saja mendapatkan info bahwa bahwa semua senjata khususnya senapan dan senapan mesin Arab Saudi bakal diproduksi oleh PT Pindad. “Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat perjanjian dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi bakal dibangun oleh PT Pindad, Saudara-saudara. Senjata kita teruji,” katanya.
Pada kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah bakal terus melakukan pembenahan terhadap badan upaya milik negara (BUMN) nan selama bertahun-tahun dinilai tidak efisien. Ia mengatakan ratusan BUMN telah ditutup sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan efisiensi perusahaan pelat merah.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·