Prabowo Sebut Penanganan Bencana di Aceh-NTT Cepat dan Masif: Negara Kita Hadir

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat peluncuran Program PLTS 100 GWp di Kab. Jembrana, Selasa (25/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia tengah banyak mengalami cobaan. Namun, pemerintah telah berupaya untuk mengatasi musibah dengan cepat, seperti nan terjadi di Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Prabowo dalam aktivitas groundbreaking PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

"Ini saya sampaikan pada kesempatan ini lantaran kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus," ujar Prabowo.

"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu nan tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," lanjut dia.

Prabowo mengatakan, sebagai presiden, dia mempunyai tanggungjawab untuk mengelola seluruh aset negara. Karenanya, dia mau aset negara dikelola dengan baik.

"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa kudu dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab nan sangat besar. Karena itu penyelewengan, korupsi kudu kita perangi, kudu kita berantas sampai ke akar-akarnya," jelas dia.

"Kita kudu punya tekad itu, walaupun banyak pihak nan selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," sambungnya.

Dengan aset nan dikelola dengan baik itu, Prabowo menilai, penanganan musibah bisa dilakukan dengan maksimal.

"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi perangkat berat jika kita tidak punya uang? Dari mana duit itu? Uang itu dari nan kita selamatkan dari korupsi-korupsi nan melangkah selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," ungkapnya.

Namun demikian, Prabowo mengaku tetap belum puas. Ia mau pengelolaan finansial negara terus diperketat.

"Kita belum puas. Kita kudu lebih keras lagi mengelola semua keuangan," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan