Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |16:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mendorong efisiensi untuk mengurangi beban anggaran negara dan mengalihkan hasil penghematan bagi kepentingan rakyat. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus mendorong efisiensi untuk mengurangi beban anggaran negara dan mengalihkan hasil penghematan bagi kepentingan rakyat. Dari efisiensi di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah menargetkan penghematan hingga Rp100 triliun.
Prabowo mengatakan efisiensi dilakukan terhadap BUMN nan dinilai tidak menguntungkan, tidak mempunyai keahlian baik, dan terus mengalami kerugian. Dalam kurang dari dua tahun pemerintahannya, sebanyak 290 BUMN telah ditutup.
“Dalam kurang dari dua tahun, pemerintah nan saya pimpin telah menutup 290 BUMN nan tidak menguntungkan, nan tidak punya keahlian baik, nan rugi, kita tutup,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Menurut Prabowo, langkah tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp50 triliun. Pemerintah juga bakal melanjutkan efisiensi dengan melakukan penutupan terhadap sedikitnya 700 BUMN hingga 31 Desember 2026.
“Dengan 290 BUMN, kita telah menghemat Rp50 triliun. Dan pemerintah nan saya pimpin, 31 Desember 2026, kami bakal menutup lagi paling sedikit 700 lagi nan bakal kami tutup,” tegasnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·