Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |17:33 WIB

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf Ungkap Presiden Prabowo Minta Master Plan Giant Sea Wall. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Proyek Giant Sea Wall (GSW) di area Pantai Utara Jawa (Pantura) sekarang memasuki tahap penyusunan master plan. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan perencanaan ini dilakukan sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mempercepat pengerjaan mega proyek untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah dan akibat banjir rob di wilayah pesisir.
Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa pembangunan GSW menjadi pengganti dalam mengatasi masalah pesisir, termasuk banjir rob, degradasi lingkungan, dan tersendatnya aliran air lantaran minimnya wilayah penampung seperti embung alias bendungan.
“Dengan kondisi seperti itu, Bapak Presiden mengarahkan kami untuk segera menyusun master plan sebagai persiapan rencana induk pembangunan dan perlindungan Pantura Jawa,” kata Didit saat ditemui di instansi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan kajian BOPPJ, sekitar 17 juta jiwa masyarakat di Pantura terdampak banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Potensi kerugian ekonomi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai USD 368,37 miliar.
Didit menambahkan, di pesisir Jakarta, GSW bakal dibagi menjadi dua bagian utama: tanggul laut raksasa di timur dan barat, dengan jembatan penghubung di antaranya. Di sisi GSW juga bakal dibangun waduk retensi nan berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.
BOPPJ, nan disupervisi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, bekerja sama dengan tenaga mahir dari universitas dan lingkungan, serta melibatkan konsultan internasional, untuk merumuskan solusi teknis mengenai pengikisan dan penurunan permukaan tanah.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·