Prabowo Mau Temui Putin di Rusia, Bahas Pasokan Minyak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto direncanakan bakal melakukan lawatan resmi ke Rusia. Di sana, dia bakal melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden Vladimir Putin.

Pembahasan soal dinamika pasokan daya bakal jadi salah satu pembahasan utama, khususnya pembahasan soal bahan bakar minyak. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Salah satu nan bakal dibicarakan juga itu (soal pasokan minyak), lantaran ini merupakan sesuatu nan sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia," ujar Sugiono kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (11/4/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti membahas tentang situasi daya ya," katanya melanjutkan.

Soal kapan Prabowo bakal berangkat ke Rusia, Sugiono enggan menjawab tegas. Hanya saja ketika dikonfirmasi apakah bakal berangkat hari ini, dia mengamini.

Sebelumnya, Prabowo sempat blak-blakan beberapa kunjungannya ke luar negeri sebetulnya sukses mengamankan pasokan daya untuk Indonesia, termasuk soal pasokan minyak. Hal ini diungkap olehnya sebagai respons banyaknya kritik nan beredar soal kunjungan ke luar negeri nan sangat sering dilakukan olehnya sejak menjabat akhir 2024 nan lalu.

"Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue kudu ke mana-mana," kata Prabowo dalam Rapat Kerja dengan Anggota Kabinet Merah Putih nan disiarkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026) nan lalu.

Sebagai contoh dalam kunjungannya ke Jepang, Prabowo mendapatkan komitmen support dari pemerintah Negeri Sakura dalam meningkatkan produksi daya di Indonesia. Langkah serupa rencananya bakal dilakukan ke negara-negara lain demi menjamin ketahanan daya domestik.

Dia pun membocorkan bakal ada satu negara lagi nan bakal dikunjunginya dan dengan pemimpin negara tersebut Prabowo bilang bakal melakukan obrolan untuk mengamankan pasokan minyak.

"Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Nih saya mau berangkat lagi nih. Aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu saya berangkat kau tahu lah ke mana, kelak amankan juga (pasokan minyak)," kata Prabowo.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengatakan kemungkinan kelanjutan proyek kilang Rusia bakal dibahas dalam pertemuan Prabowo dengan Putin di Rusia. Seperti diketahui Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, di proyek Grass Root Refinery (GRR) alias Kilang Tuban. Namun proyek itu lambat progres pengembangannya.

"Oh itu kan kerja sama perusahaan Rusia.Rosneft itu kan di Tuban. Rosneft dengan Pertamina membangun satu kilang di sana. Nah mungkin itu salah satu nan bakal bisa kita follow up. Tapi itu kan B2B (Business to Business)," ujar Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026) kemarin.

Ketika ditanya apakah rencana ke Rusia juga dilakukan untuk membahas pembelian minyak, Bahlil tidak menjawabnya. Sebelumnya dia bilang opsi membeli minyak Rusia memang terbuka beberapa hari lalu. Kala itu dia bilang pemerintah membuka kesempatan impor minyak selain dari negara Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS).

Saat dikonfirmasi lagi, soal kepastian Rusia tetap menjadi salah satu opsi selain Amerika Serikat, Bahlil menegaskan tidak menutup kemungkinan tersebut.

"Ya kenapa tidak? Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok," kata Bahlil singkat.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance