Prabowo Mau RI Sulap Batu Bara Jadi Bahan Bakar, Ini Penjelasan Bahlil

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendorong Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri, termasuk mengembangkan batu bara berkalori rendah menjadi bahan bakar berupa gas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, pengarahan tersebut diambil menyusul kondisi geopolitik dunia nan tidak menentu. Menurutnya, pemerintah mau mengurangi ketergantungan terhadap daya impor dengan memanfaatkan sumber daya nan tersedia di dalam negeri.

"Jadi gini, apa nan disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo mengenai dengan membikin gas ataupun minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik nan tidak menentu, maka pengarahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi daya nan ada di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bahlil menyebut salah satu potensi nan dapat dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor daya tersebut adalah melalui pemanfaatan batu bara sebagai sumber daya alternatif. Adapun, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah untuk diolah menjadi gas ataupun minyak.

"Sekarang teknologinya sudah canggih. Sekarang teknologinya sudah canggih di mana batu bara nan low kalori itu bisa menghasilkan gas maupun minyak," kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut teknologi serupa telah dikembangkan di sejumlah negara, termasuk China. Bahkan, sejumlah perusahaan telah menawarkan kerja sama kepada pemerintah Indonesia untuk mengembangkan teknologi tersebut.

"Dan kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk low kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin nan dimaksudkan oleh Bapak Presiden. Dan lantaran itu kami sebagai Menteri ESDM bakal menindaklanjuti setiap perintah pengarahan Bapak Presiden mengenai dengan optimasi dalam rangka meningkatkan ketahanan daya dengan memakai sumber-sumber daya dalam negeri. Tujuannya agar tidak lagi kita impor, devisa kita bisa ada dalam negeri, itu kira-kira," tambahnya.

(ven/wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News