Presiden Prabowo Subianto mau mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Pada tahun 2026, sasaran pembangunannya sebesar 30 GW.
Seiring dengan perihal tersebut, Prabowo juga mencanangkan penghentian alias pensiun awal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada tahun ini sebesar 13 GW. Pembangkit tersebut bakal digantikan oleh PLTS.
“Tahun ini kita bakal membangun 30 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya, dan segera menghentikan 13 gigawatt pembangkit listrik tenaga diesel,” ungkapnya saat Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).
Menurutnya, Indonesia mendapat hidayah berupa sinar mentari nyaris sepanjang tahun. Oleh lantaran itu, tidak masuk logika jika masyarakat di pulau-pulau terpencil kudu menunggu kapal membawa BBM Solar untuk memperoleh listrik dengan biaya nan tidak efisien.
Prabowo menyebut Indonesia bisa membangun kemandirian daya melalui PLTS. Dia menilai, idealnya setiap desa mempunyai PLTS 1 megawatt (MW), apalagi bisa lebih jika lahan di desa tersebut mencukupi.
Proyek tersebut, lanjut dia, juga dapat menghemat devisa dari pengurangan impor BBM solar serta mengurangi Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik.
“Menko Perekonomian telah menghitung Dengan PLTS 100 gigawatt, negara bakal menghemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita,” Tegas Prabowo.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·