Prabowo Mau Bangun 100 GW PLTS, Butuh Lahan Hampir 2 Kalinya Jaksel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto mempunyai rencana untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapabilitas mencapai 100 Giga Watt (GW). Kementerian ESDM mencatat butuh lahan seluas 24.000 hektare (ha) untuk mendukung terealisasinya proyek raksasa itu.

Sebagai gambaran, kebutuhan lahan tersebut nyaris setara dua kali luas wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) nan mencapai sekitar 14.127 hektare. Dengan begitu, lahan nan dibutuhkan untuk proyek PLTS 100 GW mencapai sekitar 1,7 kali luas Jakarta Selatan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan kesiapan lahan menjadi salah satu aspek krusial dalam percepatan realisasi program PLTS 100 GW. Sehingga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mengidentifikasi letak nan dapat digunakan.

"Jadi kesiapan lahan berasas identifikasi nan kita lakukan berbareng antara kementerian SDM dengan kementerian ATR BPN di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000 hektare," kata Yuliot di Kementerian ESDM, dikutip Jumat (5/6/2026).

Ia menilai, lahan tersebut bakal diverifikasi lebih lanjut berbareng ATR/BPN dan PT PLN (Persero) untuk memastikan kesiapan prasarana pendukung, termasuk jaringan transmisi dan gardu induk nan bakal menghubungkan pembangkit dengan sistem kelistrikan nasional.

Menurut Yuliot, pemerintah juga tengah menyiapkan landasan izin guna mempercepat penerapan proyek PLTS 100 GW. Setidaknya pihaknya sedang merampungkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) nan secara unik mengatur percepatan pembangunan pembangkit surya tersebut

"Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 GW. Jadi itu nan kita lakukan. Untuk perancangan peraturan presidennya, ini kita juga disamping izin prakarsa paralel kita juga lagi melakukan pembahasan antar kementerian lembaga, sehingga dasar regulasinya itu bisa dilakukan itu percepatan untuk listrik 100 GW dari PLTS ini," kata Yuliot.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah transisi ke daya hijau salah satunya dengan sasaran pembangunan PLTS kapabilitas raksasa. Dia menargetkan Indonesia bisa mencapai kapabilitas terpasang hingga 100 GW setidaknya pada 2029 mendatang.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bakal memaksimalkan pemanfaatan listrik dari daya surya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

"Kami mau bergerak sangat sigap untuk menggunakan listrik dari daya surya. Kami mempunyai rencana dan kami berkeinginan untuk melangkah secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami mau mencapai 100 gigawatt daya surya," ujar Prabowo dalam aktivitas Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Rencana percepatan pembangunan PLTS tersebut dinilai mendesak untuk direalisasikan. Menurutnya, eskalasi bentrok dan ketidakpastian geopolitik nan terus berkembang, khususnya di area Timur Tengah menjadi ancaman bagi stabilitas pasokan daya nasional.

"Bagi kami, perihal ini lebih mendesak lantaran situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan ketidakpastian strategis bagi keamanan daya kami," tegas Prabowo.

Sebagai antisipasi, pemerintah terus berupaya mengamankan pasokan melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Selain tenaga surya, Indonesia juga mempunyai potensi besar di sektor panas bumi serta tengah menggenjot produksi bahan bakar nabati (biofuel) seperti biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News