Prabowo: Masa Depan Bangsa Ditentukan Kualitas Anak-anak dan Pendidikan

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menegaskan masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak, nan kudu didukung melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, serta percepatan digitalisasi sekolah di seluruh Tanah Air.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

"Saudara-saudara, kita mengerti dan mengerti bahwa masa depan kita bakal ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik, kesehatan, tapi juga akomodasi pendidikan," kata Prabowo.

Ia menyebut Indonesia menghadapi tantangan besar lantaran mempunyai lebih dari 188 ribu sekolah nan kudu mendapatkan jasa pendidikan secara merata.

Salah satu upaya nan dilakukan pemerintah, lanjut Prabowo, adalah mempercepat digitalisasi pendidikan melalui pengedaran panel pandai (smart digital panel) ke sekolah-sekolah.

"Kita sudah membagi IFP di seluruh sekolah Indonesia. Satu sekolah tahun lampau sudah kita bagikan, tahun ini tiga per sekolah. Saya harapkan bakal sudah tersampaikan kurang lebih tambahan 700.000 panel pandai di seluruh sekolah Indonesia pada Desember 2026 alias semester pertama 2027," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto meninjau penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dengan penyediaan perangkat tersebut, Prabowo berambisi seluruh pembimbing dan siswa di Indonesia dapat mengakses materi pembelajaran terbaik secara merata.

"Artinya anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik," katanya.

Presiden juga mengungkapkan Indonesia baru saja memperoleh penghargaan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas capaian digitalisasi pendidikan dan e-government. Menurutnya, aplikasi pendidikan nan dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah digunakan oleh sekitar 6,9 juta pengguna.

"Baru saja kita dapat buletin bagus dari PBB. Memberi penghargaan tertinggi dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan. Aplikasi nan dilaksanakan Mendikdasmen telah digunakan 6,9 juta pengguna. Ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, saudara-saudara," ujarnya.

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peluncuran program digitalisasi pembelajaran, salah satunya interactive flat panel (IFP) alias papan interaktif digital di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Meski demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jejeran pemerintah agar tidak sigap berpuas diri dan tetap konsentrasi meningkatkan kualitas sarana pendidikan nasional.

"Kita tidak sigap puas, tapi kita mau memperbaiki semua sekolah kita," tegasnya.

Ia menargetkan pembaharuan 100 ribu sekolah dapat dilakukan pada tahun depan dan kembali mencapai sasaran nan sama pada 2028.

"Tahun depan sasaran kita 100.000, tahun 2028, 100.000. Kita berambisi seluruh sekolah di Indonesia sudah direnovasi. Uangnya bakal kita kirim langsung ke kepala sekolah, diawasi komite guru, dan hasilnya sangat baik," kata Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan