Ilustrasi(ANTARA)
PRABOWO Mania 08 (PM 08) mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto, nan menunjuk Naniek Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PM 08, Agustin Lumban Gaol, menilai penunjukan tersebut merupakan langkah strategis dan tepat untuk memperkuat tata kelola sekaligus memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), nan menjadi salahsatu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
“Penunjukan Ibu Naniek S. Deyang sebagai Kepala BGN merupakan keputusan nan tepat dan sejalan dengan kebutuhan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Kami meyakini keputusan ini didasarkan pada pertimbangan nan objektif terhadap penyelenggaraan program selama ini,” kata Agustin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/6).
Menurut Agustin, rekam jejak Naniek selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN menunjukkan kapabilitas kepemimpinan nan kuat, responsif, dan berintegritas. Ia menilai Naniek mempunyai pemahaman mendalam terhadap beragam tantangan nan dihadapi dalam penerapan Program MBG di lapangan.
Selama mendampingi penyelenggaraan program, lanjutnya, Naniek dikenal aktif melakukan pengawasan langsung terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beragam daerah. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh penyelenggaraan program melangkah sesuai standar nan telah ditetapkan.
“Ketegasan dalam melakukan pengawasan dan pembenahan kudu menjadi fondasi utama agar Program Makan Bergizi Gratis dapat melangkah secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan faedah optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Agustin mengakui bahwa Program MBG tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kasus keracunan makanan, kualitas dan porsi menu, tata kelola dapur, hingga beragam dugaan penyimpangan nan sempat menjadi perhatian publik. Namun demikian, dia menegaskan berbagai persoalan tersebut kudu dijadikan momentum pertimbangan dan perbaikan, bukan argumen untuk meragukan tujuan besar program.
“Program Makan Bergizi Gratis mempunyai misi nan sangat mulia, ialah membangun generasi Indonesia nan sehat, kuat, dan berkualitas. Karena itu, seluruh pihak kudu mendukung upaya perbaikan nan sedang dilakukan BGN,” cetusnya.
Prioritas Daerah 3T
PM 08 juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan akomodasi pendukung Program MBG, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Agustin, masyarakat di wilayah tersebut merupakan golongan nan paling memerlukan intervensi pemenuhan gizi lantaran tetap menghadapi akibat stunting dan kekurangan gizi nan relatif lebih tinggi.
“Kami berambisi wilayah 3T menjadi prioritas dalam pengembangan program ke depan agar faedah Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Agustin turut mengapresiasi arah kebijakan baru nan mulai diterapkan BGN di bawah kepemimpinan Naniek S. Deyang, ialah menitikberatkan pada kualitas penyelenggaraan program dibanding sekadar mengejar sasaran kuantitatif penerima manfaat.
Kebijakan tersebut diwujudkan melalui penataan ulang sasaran penerima manfaat, pembenahan dapur nan telah beraksi agar memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas layanan, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di lingkungan SPPG, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas program.
“Fokus pada kualitas layanan, tata kelola nan transparan, serta kebermanfaatan nan nyata bagi masyarakat merupakan langkah nan sangat penting. Program ini kudu dijalankan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan,” tegasnya.
PM 08 berambisi kepemimpinan baru di BGN dapat mempercepat pencapaian sasaran pemerintah dalam menurunkan nomor stunting dan mengatasi persoalan kekurangan gizi di Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas. Kami optimistis di bawah kepemimpinan Ibu Naniek S. Deyang, program ini bakal semakin baik, semakin tepat sasaran, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Agustin.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·